Riset: Orang Indonesia Teliti untuk Beli Ponsel - Male Indonesia
Riset: Orang Indonesia Teliti untuk Beli Ponsel
Sopan Sopian | Digital Life

Google Indonesia mengungkapkan sebuah riset terhadap orang Indonesia saat membeli ponsel. Riset tersebut mengungkapkan, 81 persen dari pembeli ponsel belum menentukan model ponsel mana yang akan dibeli. 


Gambar oleh Mimzy dari Pixabay

Para pembeli di Indonesia, biasanya memerlukan dua sampai tiga merek untuk dibandingkan hingga akhirnya memutuskan membeli suatu ponsel. Waktu yang diperlukan untuk membeli ponsel, sampai dua minggu atau 14 hari.

Gambaran lamanya dalam memilih ponsel atau gawa ini, diungkap oleh Senior Industry Analyst-Tech & Telco Google Indonesia, Yudistira Nugroho. Gambaran tersebut seperti, hari pertama, orang akan memulai dengan mencari macam-macam ponsel di mesin pencari daring dan luring.

Contoh kata kunci pencarian daring ialah handphone murah atau smartphone terbaik. Sebanyak 64 persen pengguna mengatakan pencarian memudahkan mereka untuk membandingkan opsi yang berbeda.

Kemudian, hari kedua sampai ke-13 ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh calon pembeli. Pertama, setelah menemukan beberapa kandidat ponsel yang kemungkinan akan dibeli, mereka akan membandingkan spesifikasi dan membaca ulasan. Banyak informasi yang bisa didapat baik luring dan daring.

Riset Google Indonesia menemukan perbandingan ulasan di banyak situs, ulasan ahli, dan ulasan konsumen dianggap lebih penting dibanding situs original equipment manufacturer (OEM) dan pramuniaga dari merek ponsel itu sendiri.

Ulasan di banyak situs, ulasan ahli, ulasan konsumen menempati peringkat satu, dua, dan ketiga, sementara situs OEM dan pramuniaga menduduki nomor tujuh dan delapan. Kemudian situs telco menempati peringkat 14.

Melihat hal ini, Google Indonesia memberikan rekomendasi pada pelaku industri dari sisi retail, OEM, dan telco untuk mencari apa yang sebenarnya bisa dilakukan untuk meningkatkan wawasan pengguna dari situs. Konten dalam situs bisa diperkaya, contohnya, di laman OEM dapat langsung melihat ulasan baik dari ahli maupun konsumen sehingga menjadi one stop review site.

 
 

Selain konten, kecepatan situs juga perlu diperhatiakan. Situs OEM biasanya memerlukan waktu 10 detik untuk bisa dibuka secara sempurna dengan jaringan 3G. Situs ulasan membutuhkan waktu lima detik agar terbuka sempurna.

Kedua, jika masih belum puas dengan informasi yang didapat, mereka akan menonton video ulasan di YouTube mengenai ponsel tersebut. Secara pertumbuhan, kata kunci review naik sebanyak 40 persen di 2018. Banyak saluran di Youtube melakukan tinjauan komprehensif terhadap ponsel di semua titik harga dan untuk berbagai segmen pasar.

Ketika sudah mendapatkan gambaran, kegiatan ketiga adalah memeriksa promosi paket (bundling promotions) yang ditawarkan oleh provider telco. Pencarian di Google search mengenai promosi paket naik sebesar 20 persen dari tahun ke tahun.

Kegiatan keempat, calon pembeli akan datang ke toko. Menariknya, ketika orang datang ke toko, 97 persen dari mereka masih membuka ponsel yang dipunya untuk melakukan pencarian informasi produk secara daring.

Selanjutnya, pembeli sudah memiliki keputusan. Sebanyak, 69 persen dari pembeli mengatakan, mereka membeli ponsel baru mereka di toko ritel luring.

Riset-riset tersebut pada akhirnya membentuk suatu kesimpulan untuk produk, perusahaan telco, dan ritel. “(Ketika) orang online mereka sudah punya referensi ke ritel mana, bukan hanya datang ke ritel yang paling dekat dengan rumahnya,” Yudistira Nugroho. *** (SS)

SHARE