Lingkungan Kerja Toxic, Perlukah Anda Resign? - Male Indonesia
Lingkungan Kerja Toxic, Perlukah Anda Resign?
MALE ID | Works

Kata toxic sedang populer di dunia kerja sekarang. Lingkungan kerja yang toxic bisa membuat Anda kelelahan, depresi hingga sakit.


Photo by Cadeau Maestro from Pexels

Mengutip dari The Ladders, toxic dalam konteks pekerjaan adalah lingkungan kerja yang tidak ideal, seperti bullying, kurangnya kepercayaan, tidak menghargai, dan hal negatif lain.

Solusi terbebas dari lingkungan kerja toxic pastinya resign. Akan tetapi, tidak semua orang bisa langsung pindah kerja. Terus bagimana caranya? Berikut tipsnya, seperti dilansir The Ladders.

Sebelum Bekerja
Jika sebelum berangkat sudah mengecek email, otomatis Anda akan menghabiskan waktu lebih lama dengan pikiran negatif. Lakukan itu begitu tiba dikantor.

Lalu, buat daftar berisi keuntungan yang Anda dapat di tempat kerja. Ini akan membantu Anda memperoleh energi positif dan mencegah otak berpikir negatif.

Ketika Bekerja
Rekan kerja Anda sering memicu konflik, jawabannya cuma satu. Anda harus segera mengabaikannya. Sebab, konflik tersebut bikin Anda stres dan memengaruhi konsentrasi Anda bekerja.

Cari seseorang yang dapat membantu Anda berbagi masalah seputar pekerjaan dengan cara produktif. Kehadiran mereka akan mengurangi kadar toxic di tempat kerja.

Kalau sempat, abadikan tindakan toxic dari rekan kerja dan simpanlah. Ini akan menjadi barang bukti apabila Anda di kantor mendapat masalah yang tidak diinginkan.

Daripada sibuk memikirkan rekan kerja yang toxic, jauh lebih baik Anda meningkatkan kualitas diri. Selain ilmu, mengasah kemampuan juga berguna untuk peluang kerja di masa mendatang.

Memang, menghadapi interaksi negatif dengan kepala dingin bukan perkara gampang. Namun tak ada salahnya mencoba. Melihat dari sudut pandang positif bakal mengurangi tingkat stres dan emosi Anda.

Di tengah kacaunya situasi di kantor, ciptakan ‘ruang pribadi’ sendiri. Contohnya membatasi meja kerja Anda dan rekan kerja yang toxic dengan tumpukan buku atau benda-benda lain. Alhasil, rekan kerja akan berpikir ulang untuk melewati garis ‘teritorial’ Anda.

Setelah Pulang Kerja
Sangat penting memisahkan diri dari pekerjaan di rumah. Lakukan hobi yang Anda sukai, entah bermain game atau mendengarkan lagu. Olahraga juga dapat menjadi pilihan.

Begitu Anda sudah tenang, susun rencana untuk mencari kantor baru jika kondisi toxic di lingkungan kerja Anda sekarang sulit dihindari. Terus perbarui resume sehingga Anda lebih cepat dihubungi oleh perusahaan baru. [GP]

SHARE