Traveler Pemula Perlu Tahu Tentang Turbulensi - Male Indonesia
Traveler Pemula Perlu Tahu Tentang Turbulensi
MALE ID | Relax

Bagi traveler yang kerap bepergian ke luar negeri atau ke luar pulau, tentu sudah akrab dengan seluk beluk pesawat terbang. Namun berbeda halnya dengan Anda yang mungkin ingin mencobanya untuk pertama kali.


Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Sebagaimana di ketahui, dalam penerbangan kerap dijumpai kata turbulensi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan turbulensi tersebut? Bahayakah? 

Dalam laman The Discoverer, turbulensi adalah gangguan atmosfer dan terjadi ketika aliran udara normal terganggu. Ada sejumlah alasan mengapa ini terjadi. Turbulensi secara umum karena meningkatnya udara panas kurang stabil, yang kemudian menciptakan goncangan seperti melintasi jalanan bergelombang. 

Saat turbulensi terjadi, tidak sedikit bagi mereka yang baru menaiki pesawat, merasa pesawat akan jatuh. Padahal, CNTraveler menuliskan bahwa, sebenarnya turbulensi tidak menyebabkan pesawat jatuh. “Pesawat dirancang agar bisa menerima guncangan yang luar biasa,” kata Patrick Smith, penulis Ask the Pilot dan Cockpit Confidential.

The Sun sempat menuliskan bahwa ada banyak jenis turbulensi. Mulai dari Clear Air Turbulence (CAT), Wake Turbulence, Mechanical Turbulence, Convection Turbulence, Inversion Turbulence, Frontal Turbulence,  Mountain Wave Turbulence, dan Thunderstorm Turbulence.

Meski tidak dapat diprediksi, bila melihat 'tanda-tanda' akan terjadi turbulensi, biasanya pilot akan mengubah rute agar terhindar dari ‘terowongan angin’. Atau dengan terbang lebih tinggi (jika memungkinkan) atau lebih rendah dengan konsekuensi dapat menghabiskan lebih banyak bahan bakar.

Haruskah Takut Saat Turbulensi?
Meskipun turbulensi tidak menyebabkan pesawat jatuh, tetapi Anda harus menyadari risikonya. Kadang-kadang, dalam turbulensi yang sangat parah dan tidak terduga, cedera dapat terjadi, tetapi ini jarang terjadi. 

Statistik bervariasi dari tahun ke tahun, tetapi FAA melaporkan bahwa hanya ada tujuh belas cedera pada tahun 2017. The Federal Aviation Administration juga mengatakan sekitar 58 penumpang terluka setiap tahun, dua pertiganya didominasi oleh awak kabin dan penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman saat terjadi turbulensi. Artinya, ada 20 orang  dari 800 juta penumpang yang terluka karena turbulensi. 

Artinya, jika tidak ingin terjadi hal buruk terhadap Anda ketika turbulensi terjadi. Anda jangan panik. Duduk santai dan tegar di kursi. Kemudian dengarkan pengumuman peringatan. Ikuti intruksi yang ada. *** (SS)

SHARE