Stuber: Misi Pribadi Polisi Rabun Kejar Pembunuh - Male Indonesia
REVIEW FILM
Stuber: Misi Pribadi Polisi Rabun Kejar Pembunuh
Sopan Sopian | Review

Film Stuber merupakan film bergenre laga-komedi yang mempertemukan polisi yang pendendam dan supir online (uber) yang pengecut untuk menelusuri jejak seorang pembunuh sekaligus bos pengedar obat terlarang (narkoba). 

Hal utama yang menarik di film Stuber bagi pecinta film adalah, terlibatnya aktor Indonesia, yakni Iko Uwais. Di film ini, Iko Uwais sedikit keluar dari jalurnya. Karakter yang diperankannya bukan lagi sebagai protagonis. Ia menjadi sosok antagonis.

Dalam film yang disutradarai oleh Michael Dowse, Iko berkesempatan bermain dengan bintang-bintang Hollywood yang tengah naik daun seperti Dave Bautista, Karen Gillan dan Kumail Nanjiani.

Ringaksan
Film Stuber dimulai dengan aksi baku tembak dan hantam antara dua orang polisi Vic (Dave Bautista) dan rekannya Sara Morris (Karen Gillan) dengan pengedar narkoba, Tedjo (Iko Uwais). Merasa terpojok, Tedji mencoba kabur dan menembak Morris.

Vic yang terluka setalah bertarung dengan Tedjo, terlambat untuk bisa menyelamatkan Morris. Atas kejadian inilah, Vic bertekad menemukan Tedjo untuk menangkapnya sekaligus balas dendam.

Enam bulan berlalu. Vic yang memakai kacamata merasa terganggu untuk menjalankan tugas-tugasnya. Akhirnya ia melakukan operasi lasik mata untuk mengembalikan fungsi matanya secara normal. 

Karena pandangannya masih kabur pasca operasi. Putri Vic, Nicole (Natalie Morales) yang akan mengadakan pameran karya seni perdananya, menganjurkan Vic untuk tidak menyetir mobil sendiri. Akhirnya Nicole membuatkan akun Uber untuk Vic.

Keesokan harinya, Vic mendapatkan kabar dari informannya bahwa Tedjo siap melakukan transaksi di sebuah tempat. Sayang informasi itu putus. Vic pun memutuskan untuk menemui informannys itu. Sayang, karena ia masih rabun, mobil yang ia bawa terperosok pada galian jalan yang sedang diperbaiki.

Di sisi lain, Stu (supir Uber) yang pengecut namun banyak omong tengah dilanda depresi karena selalu mendapatkan rating yang jelek dari setiap penumpangnya. Saat menggerutu, aplikasinya mengarahkan Stu kepada penumpang baru, Vic.

Demi mendapatkan rating yang bagus, ia pun rela melakukan apapun. Vic megancamnya akan memberikan rating bintang satu jika tidak menurutinya. Akhirnya, demi mendapatkan rating bagus ia pun rela mengikuti apa yang diminta Vic. Sayangnya, Stu malah terlibat dalam aksi pengejaran Tedjo yang dilakukan Vic. Sehingga mau tidak mau, ia harus mengantarkan Vic kemanapun.

Highlight
Kendati film ini menyuguhkan komedi di dalamnya, 20th Century Fox menyuguhkan aksi laga yang heroik dan berdarah-beradarah. Hal ini terlihat ketika baku tembak dan hantam dengan Tedjo serta gerombolannya. 

Aksi laga ini tercermin dari awal hingga akhir film. Namun, gelak tawa pun tak bisa dihindari selama perjalanan film ini. Apalagi ketika kedua karakter berbeda bertemu, Vic yang pendendam dan Stu yang pengecut sekaligus banyak omong.

Dialog keduanya tak henti-hentinya membuat penonton terbahak. Apalagi ketika Stu dihadapkan dua pilihan antara menemui gebetanya yang mengajak bercinta dan harus mengantarkan polisi rabun pededam agar mendapatkan rating yang bagus. Dua sisi bertolak belakang inilah yang mebuat keduanya membangun gelak tawa.

Saking fokusnya dengan Stu dan Vic dalam pengejaran mencari Tedjo. Peran Tedjo sebagai tokoh antagonis utama pun terasa seperti karakter sampingan. Di mana Tedjo tidak banyak frame dan kurang detail siapa Tedjo sebenarnya.

Akan tetapi, hal itu tidak menghilangkan keseruan dalam film ini. Baik untuk laga dan komedinya. Untuk bisa merasakan gelak tawa dan ketegangan aksinya, rasanya Anda perlu menontonnya langsung. *** (SS)

SHARE