Pria Lebih Mudah Kehilangan Gairah Hubungan Intim - Male Indonesia
Pria Lebih Mudah Kehilangan Gairah Hubungan Intim
Gading Perkasa | Sex & Health

Selama ini, pria sering dianggap memiliki gairah yang lebih menggebu-gebu dan selalu siap untuk berhubungan intim ketimbang wanita. Padahal, faktanya tidak seperti itu.

Gairah - Male Indonesia
Photo by Min An from Pexels

“Pria terkadang tidak ingin berhubungan intim,” kata terapis hubungan Sarah Hunter Murray, seperti dilansir dari Business Insider Singapore.

Dalam sebuah wawancara bersama Today, Murray mengatakan bahwa anggapan pria yang senantiasa siap untuk aktivitas bercinta adalah mitos. Namun, ada perbedaan jelas ketika pria mencoba mengungkapkan keengganannya.

“‘Tidak malam ini sayang, aku sakit kepala,’ pernyataan ini yang biasanya diucapkan pria saat sedang tidak ingin melakukannya. Bahasa tersebut sangatlah berbeda dari wanita ketika membicarakan tentang hasrat bercinta yang rendah,” ucap penulis buku Not Always in the Mood: The New Science of Men, Sex, and Relationships itu.

Lebih Fokus pada Sesuatu yang Lain
Dalam sebuah studinya, Murray melakukan wawancara dan survei pada 200 pria yang berada di sebuah hubungan, dengan rentang usia 18 hingga 65.

Mereka mengungkapkan, aktivitas seksual berhenti menjadi prioritas saat mereka telah mencapai usia 40 tahun. Di saat-saat itu, para pria biasanya lebih fokus pada tidur malam dengan baik, bangun di pagi hari, serta siap-siap beraktivitas.

Kondisi ini cukup kontras dengan wanita yang sulit untuk berhubungan intim lantaran berbagai kegiatan. Seperti membayar tagihan, atau melakukan tanggung jawab lebih banyak di rumah.

Emosi Turut Memegang Kendali
Di samping itu, emosi juga mempunyai peran dalam kehidupan intim seorang pria. “Para pria mengatakan, apabila mereka bertengkar dengan pasangan dan belum terselesaikan, atau jika mereka tidak merasa begitu dekat dan terhubung, meski tertarik pada hubungan intim, mereka tidak akan melakukannya,” kata Murray.

“Dia tidak akan merasakan hasrat seksual. Itu tergantung pada perasaan kedekatan terlebih dulu.”
Maka dari itu, menurut Murray, hubungan intim bukan sekadar tindakan. Ini hanya bisa dimulai ketika ada kedekatan emosional dalam masing-masing individu.

“Untuk menjatuhkan penghalang, seorang pria harus mampu menjadi dirinya sendiri,” tutur dia. [GP]

SHARE