Unggahan Anda di Facebook Bisa Deteksi Diabates - Male Indonesia
Unggahan Anda di Facebook Bisa Deteksi Diabates
MALE ID | Sex & Health

Saat ini Facebook masih menajdi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat dari semua kalangan. Bahkan Facebook yang memberikan dampak baik dan buruk ini bisa berguna untuk mendeteksi kondisi medis penggunanya. Salahsatunya diabetes.


Image by Simon Steinberger from Pixabay

Risiko penyakit diabetes bisa diketahui dari unggahan media sosial. Hal ini diketahui dari sebuah studi terkini yang menunjukkan bagaimana unggahan Anda di Facebook bisa menjadi penunjuk adanya masalah kesehatan tertentu.

Hal ini dibuktikan melalui studi dari tim Fakultas Kedokter Universitas Pennsylvania yang melibatkan 999 responden dewasa. Para peneliti menganalisis penggunaan kata-kata yang kerap digunakan para responden di Facebook. Selain itu mereka juga dianalisis gaya hidup dan kondisi kesehatannya.

Temuan yang paling mengejutkan, responden yang kerap menggunakan kata 'Tuhan' dan 'berdoa' dalam unggahannya berisiko 15 kali lipat terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang menggunakan istilah itu.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah melebihi nilai normal. Tingginya kadar gula darah disebabkan tubuh tidak menggunakan hormon insulin secara normal. Hormon insulin itu sendiri adalah hormon yang membantu gula (glukosa) masuk ke dalam sel tubuh untuk diubah menjadi energi.

Pasien diabetes tipe 2 dapat merasakan berbagai gejala, beberapa di antaranya adalah timbulnya bagian tubuh yang menghitam, luka sulit sembuh, hingga penglihatan kabur. Namun, gejala-gejala tersebut membutuhkan waktu lama untuk dapat muncul dan dirasakan penderitanya. Bahkan, kondisi ini berpotensi besar tidak disadari hingga komplikasi terjadi. 

Selain itu, studi Merchant yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One mengungkapkan, bahwa kata-kata tertentu bisa memprediksi apakah pengguna Facebook tersebut mengalami masalah kejiwaan, ketergantungan obat, atau masalah kesehatan lainnya.

Kata-kata dalam postingan Facebook bahkan diklaim bisa memprediski kondisi kesehatan seseorang lebih tepat ketimbang faktor lain semisal ras, usia, atau jenis kelamin.

Dari penelitian itu ditemukan misalnya bahwa mereka yang menulis kata "minum" atau "botol" di Facebook cenderung memiliki masalah dengan alkohol. Sementara mereka yang menulis kata-kata tak senonoh kerap bermasalah dengan narkoba.

Peneliti utama Merchant menemukan bahwa lebih dari dua miliar orang menggunakan media sosial setiap hari. Ia berharap unggahan di media sosial bisa menjadi cara praktisi kesehatan untuk mendiagnosis atau bahkan mencegah penyakit tertentu.

"Saya belum pernah melihat dokter menganalisis kesehatan pasiennya lewat media sosial. Padahal banyak sekali variabel yang bisa dinilai dari unggahan seseorang di media sosial bagi meliputi kondisi psikologis hingga fisik," tuturnya. *** (SS)
 

SHARE