Tips Agar Anda Lebih Peka Memahami Wanita - Male Indonesia
Tips Agar Anda Lebih Peka Memahami Wanita
MALE ID | Relationships

Dalam sebuah hubungan, wanita kerap menuntut pria lebih peka. Hal inilah yang selalu menjadi PR semua pria, karena keiningan wanita yang tidak terucapkan harus dimengerti. 

rasa peka - male IndonesiaPhoto by Tirachard Kumtanom from Pexels

Terkadang, ketidakpekaan juga muncul ketika Anda baru saja berkenalan dengan seorang wanita. Mungkin mula-mula Anda dan si dia berkencan dengan nyaman, namun tiba-tiba tanpa sadar si dia pergi dan menghilang. Dan Anda tidak tahu mengapa hal itu terjadi.

Masalah umum ini sering diabaikan karena tidak terlalu jelas. Menurut Eddy Baller, seorang pelatih kencan dalam laman Life Hack, menuturkan bahwa banyak isyarat sosial yang terlibat dalam komunikasi adalah non verbal.

"Jadi jika isyarat ini tidak diperhatikan, itu dapat membuat pihak lain merasa seperti tidak didengar. Ya, Anda mendengar kata-katanya, tetapi Anda tidak melihat apa yang mereka katakan," jelasnya.

Eddy mengutip penelitian UCLA, di mana menunjukkan bahwa hanya 7 persen komunikasi yang didasarkan pada kata-kata aktual yang diucapkan. Sedangkan sisanya, 38 persen berasal dari nada suara dan sisanya 55 persen berasal dari bahasa tubuh. Lalu bagaimana cara melatih kepekaan itu sendiri?

Memahami Diri Sendiri adalah Langkah Pertama untuk Memahami Orang Lain
Langkah pertama untuk melatih kepekaan adalah memahami diri sendiri. Sangat mengejutkan melihat berapa banyak orang yang tidak menyadari apa yang mereka komunikasikan melalui isyarat non verbal.

Banyak orang yang menderita depresi, kecemasan sosial, atau rasa malu dapat meningkatkan suasana hati mereka sendiri dengan menjadi sadar akan bahasa tubuh mereka. Sinyal tidak sadar yang sama yang mereka proyeksikan kepada orang lain juga memengaruhi suasana hati mereka sendiri secara negatif.

"Cara kita menggunakan bahasa tubuh bukan hanya proyeksi perasaan kita, tetapi juga mempengaruhi perasaan kita," kata Eddy.

Untuk mulai sadar diri, perhatikan hubungan antara bahasa tubuh Anda dan emosi Anda. Apa yang terjadi ketika Anda merasa tidak aman secara sosial? Bagi kebanyakan orang, tangan mereka masuk saku hingga merasakan kegelisahan.

Cara untuk melatihanya adalah, ketika Anda merasakan emosi negatif atau positif, apa yang dilakukan tubuh Anda secara refleks? Apakah tersenyum, mengepalkan tangan, rahang mengencang, atau menatap ke tanah? Hal-hal itu semuanya akan berhubungan dengan perasaan Anda. 

Berhentilah sejenak ketika Anda merasakan emosi tertentu dan lihat apa yang tubuh Anda lakukan. Kemduian sadari. Menjadi sadar diri tidak hanya akan membantu meningkatkan sensitivitas emosional Anda, itu juga akan memberi Anda kekuatan untuk mengubah emosi Anda.

Sekarang setelah Anda memahami sesuatu tentang diri Anda, mulailah memperhatikan orang lain. Anda akan mengerti orang lain ketika Anda sudah memahami diri Anda sendiri. Terkadang ketidakpekaan emosional tidak berarti Anda tidak dapat membaca sinyal, hanya saja Anda tidak mendengarkannya. *** (SS)

SHARE