Ketakutan BMW Mengaspal di MotoGP - Male Indonesia
Ketakutan BMW Mengaspal di MotoGP
MALE ID | Sport & Hobby

Di saat merek-merek motor seperti Ducati, Suzuki, Honda dan Yamaha masih mengandalkan ajang MotoGP sebagai pembuktian kualitas engineering dan teknologi balap mereka, masih ada beberapa pabrikan motor yang tidak terbuai godaan dari ajang MotoGP. BMW Motorrad misalnya.

Photo: Rodrigo.Argenton/wikipedia

Sebelum berbicara lebih lanjut, tentunya Anda mengetahui bahwa BMW adalah salah satu produsen otomotif asal Jerman yang dikenal dengan mobil mewahnya. Nah, Motorrad ini adalah kendaraan roda dua besutannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Padahal, kecanggihan teknologi yang disematkan pada BMW Motorrad tak bisa diragukan lagi. Menyimak Teknologi tersebut, jika dipikirkan tentu sayang sekali jika BMW Motorrad tidak mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di ajang balap motor paling berkelas di dunia seperti MotoGP.

Tapi, BMW sebenarnya pernah menjajal aspal dalam balap motor, tetapi itu sudah lama sekali.  kali terakhir tampil di Kejuaraan Dunia Superbike 2013. "BMW tentunya memiliki kekuatan ekonomi untuk tampil di MotoGP, tapi kami tidak akan menggunakannya untuk memiliki dua pebalap tampil di MotoGP," ujar CEO BMW Motorrad Schaller kepada Auto Evolution.

Takut Kalah
Penolakan BMW Motorrad bergabung dengan MotoGP datang setelah Asosiasi Tim MotoGP (IRTA), Federasi Sepeda Motor Internasional (IRTA), dan pemegang hak komersial MotoGP, Dorna, membentuk komite pemilihan dan membuka pendaftaran pebalap ke-24.

Photo: Thesupermat/wikipedia

Seperti dilansirkan oleh Visordown, ada sejumlah alasan yang menjadi penyebab BMW enggan mengecap panasnya kompetisi MotoGP. Alasan pertama BMW tidak ikut MotoGP adalah mereka tidak mau merasakan kalah. 

Kekalahan atau buruknya penampilan di kancah internasional ini akan memberikan pengaruh besar terhadap branding perusahaan. Andai kata mereka ingin benar-benar turut serta untuk menang, maka investasi besar perlu digelontorkan.

Yang kedua, BMW bukanlah perusahaan yang meraup keuntungan terbesar di dunia. Dan dengan mudahnya menghambur-hamburkan uang hanya untuk sesuatu yang belum tentu dimenangkan. Berbicara yang lainnya, Mercedes-Benz dulu membutuhkan dana sejumlah 300 juta Poundsterling atau sekitar Rp 5,4 triliun. Sebelum merasakan kemenangan di F1 dan memberikan pengaruh pada penjualannya.

Komitmen serta masalah finansial memang menjadi hal terpenting dalam keikutsertaan ajang balap sekelas MotoGP. Mengingat Kawasaki sendiri juga mengakui hal tersebut.

Seperti diketahui, Kawasaki telah hengkang dari MotoGP dan lebih berfokus di balapan Superbike. Hal tersebut dikarenakan Kawasaki tak kunjung meraih prestasi, dan ditambah modal besar yang telah membuat Kawasaki akhirnya mundur dari MotoGP. *** (SS)

SHARE