Tren Komputasi untuk Bekerja Lebih Aman & Efisien - Male Indonesia
Tren Komputasi untuk Bekerja Lebih Aman & Efisien
MALE ID | Digital Life

Banyak orang mungkin pernah melihat atau bahkan melakukannya, membuka email dan mesin pencari secara bersamaan, atau mengerjakan presentasi sambil membaca dokumen. Orang-orang mungkin berpikir bahwa multi-tasking dapat menghasilkan produktivitas, namun nyatanya kehilangan produktivitas itu sendiri.


Image by Free-Photos from Pixabay

Studi menemukan bahwa orang-orang dapat kehilangan lebih dari 40 persen performa produktivitasnya dengan melakukan hal yang biasa dianggap sebagai multi-tasking, padahal sebenarnya adalah task-shifting (melakukan perpindahan secara cepat antara satu kegiatan ke kegiatan lain). 

Perpindahan konstan antara satu pekerjaan ke pekerjaan lain,  berarti para pekerja tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang pekerjaan yang mereka lakukan, di saat yang sama, perpindahan antar satu pekerjaan ke pekerjaan lain akan menambah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Multi-tasking adalah hal yang sulit untuk dihindari saat ini. Hasil studi mengemukakan bahwa peran-peran professional di suatu perusahaan menjadi lebih bervariasi dan kompleks. Para pekerja secara efektif melakukan satu pekerjaan yang sebelumnya dapat dibagi-bagi ke dalam dua sampai tiga jenis pekerjaan, dan hal inilah yang membuat multi-tasking tidak dapat dihindari. 

Riset IDC menunjukan bahwa tren ini ramai dilakukan oleh generasi muda, khususnya para pekerja professional. Tahap pertama adalah membuka jalan bagi generasi multi-tasking yang terbaru, yaitu multi-tasking 2.0, dengan membuat tempat kerja masa kini yang mendukung berbagai jenis pekerjaan dengan teknologi mumpuni. 

Memahami Pentingnya Faktor Ergonomis
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang menggunakan komputer saat bekerja memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap musculoskeletal disorder (MSI). Semakin sering mereka menggunakan komputer, semakin besar resikonya. MSI dan cedera lain dapat berdampak pada absen berkepanjangan dan penurunan signifikan pada produktivitas.

Investasi pada teknologi yang memaparkan cahaya biru yang rendah membantu menjaga standar ergonomis yang sehat ketika multi-tasking, dengan mengurangi ketegangan pada mata. Ketika digunakan berbarengan dengan keyboard yang kenyamanannya telah tersertifikasi, lingkungan end-point akan meningkat pengalaman ergonomisnya, dan monitor stand yang membantu pekerja menjaga postur sehat dengan memampukan mereka menyesuaikan sudut pengelihatan mereka pada layar.

Peningkatan Produktivitas dengan Perangkat dan Sistem End-Point yang Tepat
Dengan adanya perubahan gaya bekerja profesional mendorong minat yang jelas untuk menyediakan solusi multi-tasking yang lebih baik, melalui software (aplikasi) atau menambah perangkat peripheral untuk menyesuaikan pengalaman bekerja. 

Dengan pekerja benar-benar tertarik untuk mengambil kendali yang lebih besar dari pekerjaan mereka melalui aplikasi tersebut, bisnis memiliki kesempatan untuk meningkatan efisiensi dan produktivitasnya dalam lingkungan kerjanya

Perangkat end-point telah menjadi penghubung produktivitas yang memfasilitasi persentase alur pekerjaan pengguna yang semakin meningkat. Hal tersebut didorong oleh fokus baru pada pemanfaatan teknologi untuk memampukan komputer membagi sumber dayanya pada berbagai aplikasi sekaligus.

Meskipun menguntungkan bagi pengguna untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dan organisasi untuk memaksimalkan efisiensi, multi-tasking harus diterima secara hati-hati oleh bisnis untuk memastikan tidak terjadinya resiko tambahan pada tempat kerja, yang akan berpengaruh negatif pada produktivitas. 

Perusahaan juga membutuhkan kebijakan terkait ergonomi suara, serta menyediakan perangkat keras dan perangkat peripheral yang dirancang ergonomis untuk memastikan multi-tasking tidak berpengaruh buruk pada kesehatan pekerja. *** (SS)

SHARE