Sempat Terbakar, Universal Studios Rahasiakan Ini - Male Indonesia
Sempat Terbakar, Universal Studios Rahasiakan Ini
Gading Perkasa | News

Belum lama New York Times memberitakan bahwa ribuan rekaman asli, atau master tapes milik musisi kenamaan seperti Louis Armstong, Janet Jackson, Tupac, Nirvana, Guns N Roses, dan Nine Inch Nails telah rusak ketika Universal Studios dilanda kebakaran pada tahun 2008 lalu.

Universal - male Indonesia
Gambar oleh David Mark dari Pixabay

Memang kebakaran Universal Studios diketahui oleh khalayak luas, namun kerugian-kerugian berbentuk master tapes inilah yang dirahasiakan oleh pihak Universal. Tidak sekadar publik, bahkan artis dan musisinya pun tak mengetahui kehancuran master tapes karya mereka.

Berita terkait telah mendorong sejumlah musisi untuk angkat bicara dan bertindak, serta menuntut keadilan dalam menyikapi perahasiaan kerugian tersebut dari mereka. Unit hip-hop veteran, The Roots menjadi salah satu korban yang kehilangan master tapes-nya. Dan Questlove, sang frontman/drummer, turut angkat bicara.

Steely Dan juga merupakan korban, sehingga sang manajer, Irving Azoff mengeluarkan pernyataan dari pihak band.

“Kita telah menyadari hilangnya materi original dari Steely Dan untuk waktu yang cukup lama. Kita tidak pernah diberi penjelasan terkait masalah ini. Mungkin mereka ikut hangus di kebakaran tersebut. Apapun kasusnya, ini adalah sebuah kerugian yang mendalam,” kata Azoff kepada Variety.

Hole juga demikian. Sehabis diraih Pitchfork untuk keterangan mereka, pihak band menyatakan bahwa mereka tidak pernah sadar akan kerugian tersebut sampai 15 Juni 2019 lalu.

universal studio - male indonesia
Image by FF16 from Pixabay

Kembali ke genre hip-hop, Eminem dan perwakilannya menyatakan bahwa beberapa bulan sebelum kebakaran terjadi, master tapes miliknya sudah didigitalisasi sehingga kebakaran arsip Universal Music tidak terlalu berpengaruh.

Variety kembali melansir bahwa Universal Music Group menentang apa yang ditulis oleh New York Times. Menurut pernyataan yang dilepas oleh perusahaan, artikel yang terkait berisikan sejumlah fakta tidak tepat, pernyataan yang mengecoh, dan kontradiksi serta salah paham mengenai pengaruh kebakaran terhadap para aset.

“Pengawetan musik adalah prioritas tertinggi kita, dan kita bangga atas track record kita dalam perihal tersebut,” tulis Universal.

“Meskipun memang ada beberapa halangan yang menyebabkan kita tidak bisa menjelaskan detailnya kepada publik, kebakaran tersebut tidak pernah berimplikasi kepada ketersediaan musik yang secara komersil dirilis, ataupun kompensasi untuk para artis yang merugi.” [GP]

SHARE