Pemicu Amarah Francesco Totti pada Bekas Klubnya - Male Indonesia
Pemicu Amarah Francesco Totti pada Bekas Klubnya
MALE ID | Sport & Hobby

Francesco Totti secara resmi telah memutuskan pergi meninggalkan AS Roma untuk mengakhiri kiprah 30 tahunnya bersama klub Serie A Italia tersebut. Sang legenda Il Giallorossi memilih mundur dari pekerjaannya sebagai direktur klub lantaran perbedaan pandangan dengan para petinggi Roma.


Photo credit: Corscri Daje Tutti! [Cristiano Corsini] on VisualHunt.com / CC BY-NC-SA

Tetapi ada yang lebih mengejutkan. Francesco Totti secara terbuka menyerukan kemarahannya kepada para petinggi klub yang dipimpin pemilik Jim Pallotta. Totti, yang masuk dalam jajaran direksi Roma pasca pensiun sebagai pemain pada tahun 2017, merasa bahwa dirinya dikekang oleh klub.

“Saya tidak bisa mengekspresikan diri saya. Dan saya tidak pernah dilibatkan dalam proyek-proyek penting,” kata Totti dalam konferensi pers pengunduran dirinya, seperti dikutip dari Goal.

“Pada tahun pertama, saya bisa memaklumi hal itu. Tapi di tahun kedua, ketika saya mengetahui apa yang harus saya lakukan, kami tidak pernah saling membantu dan tidak kompak. Jujur, mereka tak mengacuhkan saya atau melibatkan saya dalam setiap keputusan klub.”

Tensi tinggi antara Francesco Totti dengan direksi Roma sebenarnya sudah tercium sejak Maret 2019 lalu, menyusul pengunduran diri direktur olahraga Monchi dan pemecatan pelatih Eusebio Di Francesco.

Mantan pemilik nomor punggung 10 itu sempat mengusulkan Antonio Conte sebagai pelatih, tapi tidak digubris. Ia kemudian tak hadir dalam peresmian pelatih baru Paulo Fonseca beberapa waktu lalu.

Totti melanjutkan, “Saya di sini tidak untuk menyalahkan satu pihak. Kami memulai perjalanan ini bersama-sama, tapi ternyata saya tidak dihargai, jadi saya memutuskan pergi. Saya dijanjikan banyak hal, tetapi mereka selalu ingkar.”

“Mereka sepertinya ingin menyingkirkan orang-orang Roma dari Roma. Delapan tahun sejak orang-orang Amerika itu datang, mereka melakukan segala cara untuk menyingkirkan kami. Inilah yang mereka inginkan dan mereka berhasil.”

“Saya tidak akan pernah menyakiti Roma. Momen ini terasa lebih buruk ketimbang saat saya pensiun sebagai pemain. Saya seperti sekarat karena harus meninggalkan Roma. Saya merasa lebih baik saya mati,” kata dia.

Francesco Totti menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Olimpico. Ia mencatatkan diri sebagai pemain dengan jumlah gol dan penampilan terbanyak sepanjang sejarah AS Roma, lewat torehan 307 gol dari 786 laga. Itu membuatnya dipandang sebagai legenda terbesar klub. [GP]

SHARE