RLD Amsterdam, Prostitusi Tebesar di Dunia - Male Indonesia
RLD Amsterdam, Prostitusi Tebesar di Dunia
MALE ID | Story

Di dunia prostitusi, nama Red Light District (RLD) Amsterdam bagaikan sebuah legenda. Kawasan yang dipenuhi rumah bordil dan toko-toko seks itu memang sudah termasyhur di seantero dunia. Apalagi letak RLD Amsterdam yang berada di ibukota salah satu negara Eropa yang juga menjadikan pariwisata sebagai salah satu roda ekonominya.

RLD_flickr_02_
Trey Ratcliff/flickr.com

Amsterdam sendiri sebenarnya punya tiga lokasi Red Light District atau sering disebut Rosse Buurt.  Pertama adalah di area kanal Singel antara Raadhuistraat dan Stasiun Utama, kedua di De Pijp dan ketiga adalah yang menjadi area umum adalah Walletjes. Di RLD Amsterdam memang terlihat para penjaja seks di deretan rumah-rumah prostitusi, juga kafe-kafe yang menjual marijuana, karena harap maklum hal-hal itu adalah legal di negeri kincir angin. Dan tentu saja para pekerja seks di kawasn ini juga membayar pajak sangat tinggi dan harus memiliki izin khusus untuk berpraktik. Tak main-main pendapatan seks komersil di kota ini, bayangkan saja dalam setahun bisa mencapai 1,6 Milyar Euro.

RLD_flickr_01_ Trey Ratcliff/flickr.com

Keberadaan Rosse Buurt ini tergolong sudah tua, sekitar 700 tahun. Walletjes atau De Wallen adalah salah satu daerah paling tua di Amsterdam. Wallatjes yang berarti tembok kecil dibuat di sepanjang kanal Jalan Damrak dengan maksud mencegah limpahan air banjir. Di akhir abad 12 Amsterdam mulai menggeliat dan menunjukkan perkembangan. Dokumen sejarah menyebutkan RLD Amsterdam yang menjadi kawasan untuk memuaskan hasrat seks ini sudah ada sejak tahun 1275. Bahkan di abad ke-14 makin banyak pelaut yang datang ke kota ini yang dahulu adalah sebuah perkampungan perikanan yang akhirnya menjadi pelabuhan. Hal inilah yang memicu peningkatan populasi imigran, yang juga secara alamiah menyuburkan praktek prostitusi karena kebutuhan para pelaut terhadap pemenuhan hasrat duniawi mereka.

RLD_flickr_03_ Mor/flickr.com

Di daerah yang biasanya mulai terasa lebih hidup pada pukul sebelas malam hingga empat pagi ini banyak bertebaran butik fashion. Bangunan-bangunan yang berdiri di kawasan itu terlihat jelas masih merupakan arsitektur abad 14. Tempat yang banyak disewa oleh para pekerja seks ini juga banyak difungsikan sebagai kafe, restoran, klub malam, hingga pertokoan dan museum. Dan uniknya di RLD Amsterdam, para wanita pemuas hasrat pria tidak berkeliaran liar di jalan-jalan, tapi mereka berdiri dalam ruangan kaca seperti sebuah dagangan pada display toko. Mereka berpakaian minim agar menarik perhatian.**MALE (redlightsecrets.com, whatsupwithamsterdam.com, wikipedia)

SHARE