Sosok Wanita Paling Diburu pada Perang Dunia II - Male Indonesia
Sosok Wanita Paling Diburu pada Perang Dunia II
Gading Perkasa | Story

Selama Perang Dunia II, pemerintah Nazi memburu pemberontak dan mata-mata sekutu. Ada satu operasi khusus dilakukan Reich III untuk menangkap mata-mata yang membocorkan misi Nazi. Ia adalah Virginia Hall, namun Nazi lebih sering menyebutnya ‘wanita pincang’.


Photo: wikimedia commons

“Saya akan memberikan apa pun asal bisa menangkap wanita Kanada pincang itu,” kata Klaus Barbie, kepala polisi rahasia Nazi, Geheime Staatspolizei. Kendati sudah merencanakan beberapa usaha kejam, Barbie tidak pernah bisa menangkap Hall.

Sebagaimana dilansir dari History, Virginia Hall pernah mengalami kecelakaan saat berburu sehingga kaki kiri di bawah lututnya harus diamputasi. Sebagai ganti kakinya, Hall memakai alat protestik dari kayu seberat tujuh pon yang diberi nama Cuthbert.

Hall dibesarkan di Baltimore, Maryland, oleh keluarga kaya dan bijaksana yang tidak pernah membatasi potensi putri mereka. Ia lalu kuliah di Barnard dan Radcliffe, walau akhirnya menyelesaikan studi di Paris dan Wina. Karena itu, dia fasih berbahasa Prancis, Jerman, Italia, dan Rusia.

Usai lulus, Hall melamar kerja di Dinas Luar Negeri AS karena ingin melihat dunia dan melayani negaranya. Ia terkejut saat menerima surat penolakan dengan alasan: “Tidak ada wanita di sini. Itu tidak akan terjadi.”

Menurut Judith Pearson, pengarang buku The Wolves at the Door: The True Story of America’s Greatest Female Spy, Hall memutuskan masuk ke Kementerian Luar Negeri melalui ‘jalur belakang’. Awalnya, ia bekerja sebagai juru ketik di Kedutaan Besar AS di Warsawa, dan Konsulat AS di Turki.

Ketika berburu dengan teman-temannya di Turki pada 1933, Hall terhuyung setelah memanjat pagar kawat dan tanpa sengaja menembakkan senapan ke kaki kirinya.  

Kembali ke Maryland, Hall mencoba melamar ke Dinas Luar Negeri. Ia kembali ditolak, karena kakinya telah diamputasi.

Hall menjadi pengemudi ambulans untuk tentara Prancis selama beberapa waktu. Saat Prancis menyerah pada Nazi, ia melarikan diri ke Inggris.

Di sebuah pesta koktail di London, Hall secara gamblang menyatakan kebenciannya pada Nazi. Rupanya, ada orang asing yang tiba-tiba memberikannya kartu nama sembari berkata: “Jika Anda benar-benar tertarik menghentikan Hitler, datang dan temui saya.”

Orang yang memberikan kartu nama itu adalah Vera Atkins, pelatih mata-mata Special Operations Executive (SOE) Inggris. Atkins terkesan akan pengetahuan Hall tentang wilayah pedesaan Prancis, kemampuan berbahasa asingnya dan keberaniannya yang tidak terlupakan.

Pada 1941, Hall menjadi mata-mata wanita pertama yang ditempatkan di Prancis, dilengkapi nama dan dokumen palsu sebagai reporter New York Post. Ia membuktikan kemahirannya, bukan cuma menyiarkan kemabli informasi yang disebarkan pasukan Jerman, melainkan juga merekrut jaringan mata-mata yang setia di Prancis Tengah.

Misinya dari SOE adalah membuat Eropa ‘terbakar’ dengan sabotase gerilya dan taktik subversi terhadap pasukan Nazi.

Ketika Barbie dan Gestapo mulai menyebarkan poster buronan untuk penangkapannya, Hall melarikan diri sejauh mungkin melintasi pegunungan Pyrenees ke arah selatan Spanyol.

Di tempat persembunyian di gunung, Hall melaporkan keadaannya kepada pemimpin di London bahwa dirinya sehat, namun alat protestiknya kian menyulitkan. Lantaran SOE Inggris menolak mengirimnya kembali ke Prancis, Hall bergabung dengan Office of Strategic Service (OSS), lembaga pendahulu CIA.

Tahun 1944, beberapa bulan sebelum invasi D-Day di Normandy, Hall mengendarai kapal torpedo Inggris ke Prancis, menyamar sebagai wanita petani berusia 60 tahun. Dalam salah satu laporan OSS, disebut tim Hall berhasil meledakkan empat jembatan yang menewaskan 150 anggota pasukan Nazi dan menangkap 500 lainnya.

Setelah perang, Hall dianugerahi “Distinguished Service Cross”, penghargaan militer tertinggi AS atas keberaniannya dalam pertempuran sekaligus satu-satunya wanita yang menerima penghargaan tersebut selama Perang Dunia II. Ia bekerja bersama CIA hingga pensiun. Hall meninggal pada 1982 dalam usia 76 tahun. [GP]

SHARE