Dampak Negatif Ketika Anda Menahan Libido - Male Indonesia
Dampak Negatif Ketika Anda Menahan Libido
Sopan Sopian | Sex & Health

Libido biasa disebut sebagai gairah seksual atau hasrat untuk melaukan aktivitas hubungan intim. Munculnya gairah ini dikendalikan oleh hormon seks yang kadarnya meningkat karena adanya rangsangan. Namun tahukah Anda, jika Anda menahan libido berakibat negatif terhadap kesehatan Anda?

libido pria - male indonesia

Yvonne K. Fulbright, PhD, pakar seks dari New York University mengatakan seks rutin dapat menstimulasi organ reproduksi untuk bekerja sesuai dengan sistemnya. Ketika libido tersalurkan, pria dapat terhindar dari ejakulasi dini, serta meningkatkan volume dan kualitas sperma lebih baik. 

Libido rendah juga dapat memiliki koneksi kuat ke kondisi kesehatan yang serius. Ini adalah indikator kesehatan seseorang yang dapat diandalkan. Jika libido tidak ada, maka kesehatan dan kesejahteraan seseorang bisa jadi sedang bermasalah. Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan libido terhadap kualitas hidup seseorang, tidak hanya kesehatan reproduksinya saja.'

Libido adalah Energi Kehidupan
Libido seringkali merupakan cerminan dari perasaan motivasi dan kepercayaan diri seseorang.

Seks Melindungi Kesehatan
Seks rutin pada pria dapat menurunkan 50 persen risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Fungsi Ereksi
Ereksi adalah indikator yang baik untuk kesehatan kardiovaskular keseluruhan pada pria.

 
 

Oksitosin yang Baik untuk Pria
Aktivitas seksual, dan terutama orgasme menyebabkan pelepasan hormon oksitosin yang memberikan semua jenis manfaat kesehatan. Ini termasuk peningkatan mood, menurunkan kortisol dan tekanan darah, kulit bercahaya, dan bahkan mungkin perlindungan terhadap beberapa kanker yang dimediasi hormon.

Melancarkan Aliran Darah
Seks dapat meningkatkan aliran darah serta pelebaran pembuluh darah di seluruh tubuh. Pada akhirnya, ini dapat meningkatkan aliran darah ke banyak organ tubuh termasuk otak. Aliran darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel, sehingga meningkatkan kesehatan organ-organ lain.

Ketidakseimbangan Hormon
Ketika kadar hormon turun dan tekanan hidup meningkat, minat seks bisa menjadi hal pertama yang terindikasi akibat hal tersebut. Menopause membawa penurunan besar dalam kadar hormon yang cepat. 

Bagi pria, penurunan kadar hormon mereka lebih bertahap dan gejalanya mungkin jelas, seperti disfungsi ereksi atau lebih halus, termasuk suasana hati yang mudah marah dan kurang motivasi.

Di sisi lain, Craig Malkin, seorang psikolog yang juga menulis buku mengenai cara mengendalikan libido mencatat, bukan hanya testosteron dan estrogen, ternyata ada hormon lainnya yang ikut berperan ketika gairah seks muncul. Beberapa hormon yang terlibat lainnya, seperti dopamin, serotonin, norapenephine, dan oksitosin.

Kombinasi dari hormon yang diproduksi sistem saraf pusat ini menimbulkan gairah seks, perasaan pusing, dan euforia. Jika Anda atau pasangan mencoba menahan nafsu seks tersebut, kemungkinan besar akan menimbulkan adanya gangguan proses kimia pada otak sehingga bisa menimbulkan stres dan depresi. *** (SS)

SHARE