Kerja Multitasking Justru Menyimpan Banyak Masalah - Male Indonesia
Kerja Multitasking Justru Menyimpan Banyak Masalah
Gading Perkasa | Works

Sejumlah penelitian membuktikan bahwa melakukan banyak pekerjaan sekaligus atau multitasking, justru tidak membuat pekerjaan makin cepat. Sebaliknya, kerja akan lama selesai dan kesalahan bertambah banyak.

banyak kerjaan - male Indonesia
Photo by ? ?? from Pexels

Profesor neurosains Earl Miller dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengajak Anda agar waspada terhadap kerja multitasking. Sebab, bolak-balik dari satu tugas ke tugas lain menguras tenaga mental.

Penelitian yang melakukan eksperimen mengirim badut naik sepeda roda satu di jalanan menemukan hasil, bahwa mereka yang sedang bermain smartphone malah tidak menyadari kehadiran sang badut.

Hal itu jelas membuktikan, multitasking berjalan sembari memakai smartphone dapat mengurangi kemampuan kognitif seseorang dalam memperhatikan sesuatu. Bayangkan apa yang terjadi jika seseorang melakukan banyak pekerjaan alias multitasking. Apa lagi dampaknya? Berikut ulasannya, seperti dilansir dari Entrepreneur.

Pekerjaan Semakin Lama Selesai
Menurut John Medina, ahli biologi molekular dan penulis Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, pekerjaan seseorang bisa 50 % lebih lama jika bekerja sambil berganti-ganti tugas.

Sebuah survei dari Microsoft juga menunjukan perlu rata-rata 15 menit bagi pegawai untuk dapat kembali ke sebuah tugas kompleks jika mereka berhenti mengecek email dan pesan singkat.

Studi dari Utah University menyebut, pengemudi akan semakin lama tiba ke tujuan jika mereka menyetir sembari berbicara di telepon.

Kesalahan Jauh Lebih Banyak
Studi dari Institut National de la Sante et de la Recherche Medicale menemukan bahwa partisipan membuat tiga kali kesalahan dan menjadi sering lupa jika mengerjakan beberapa hal sekaligus. Medina juga menyatakan, orang yang multitasking akan membuat 50 % lebih banyak kesalahan.

Tingkat Perhatian Berkurang
Multitasking bukan hanya berdampak kepada pekerjaan, melainkan juga terhadap apa yang terjadi di dalam otak Anda. Peneliti di University of Sussex melihat hasil MRI dari orang-orang yang fokus pada perangkat berbeda, seperti menonton televisi dan mengirim pesan. Hasilnya, densitas grey matter di otak mereka berkurang.

Itu artinya, kendali kognitif orang tersebut berkurang, dan kemampuan perhatian mereka menjadi lebih buruk.

Psikolog juga menyebut, mereka yang melakukan multitasking mengalami penurunan IQ serupa dengan orang begadang semalam. Penurunan karena hal itu bisa sampai 15 poin. [GP]

SHARE