James Rodriguez, Mesin Gol yang Tak Dibutuhkan - Male Indonesia
James Rodriguez, Mesin Gol yang Tak Dibutuhkan
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Kemampuan James Rodriguez menaklukkan gawang lawan tak diragukan lagi. Pemain asal Kolombia itu berhasil memenangkan sepatu emas pada Piala Dunia 2014. Bahkan pelatih Uruguay Oscar Tabarez pernah memasukkan namanya ke daftar penyerang terbaik di dunia.


Photo: wikimedia commons

Setiap kali James Rodriguez menguasai bola, selalu ada kemungkinan yang terjadi. Ketika di lapangan, timnya bisa saja mencetak lebih banyak gol. Itu terjadi di Bayern Munich pada 2018/19.

Pada 20 pertandingan Bundesliga yang dimainkan bersama Rodriguez, Bayern mencetak 53 gol atau rata-rata 2,7 gol per laga. 14 laga tanpa dirinya, mereka hanya membukukan 35 gol atau 2,5 gol per laga.

Namun untuk menang, agaknya Rodriguez harus duduk di bangku cadangan. Pasalnya, Bayern kebobolan 1,1 gol per pertandingan saat ia bermain. Rasio kemenangan Die Roten juga meningkat dari 70 % ke 71,4 % apabila ia tak hadir di lapangan.

Pelatih Bayern Munich, Niko Kovac awalnya mengesampingkan ego pribadi kala memainkan Rodriguez lebih sering di paruh kedua musim 2018/2019. Namun, di laga penentuan melawan Borussia Dortmund, ia dicadangkan. Hasilnya, Bayern menang 5-0 dan melenggangkan mereka menuju juara.

 
 

Banyak orang menganggapnya egois, dan karena itu Bayern tidak memasukkannya ke dalam tim musim 2019/2020. Hubungannya dengan Kovac juga menegang setelah Rodriguez menyindir mantan klub sang pelatih.

Legenda Bayern, Lothar Matthaus bahkan menyebut tingkah Rodriguez di klub sangat sombong. “Terlalu banyak pemain memikirkan diri mereka sendiri. (James) Rodriguez dan (Robert) Lewandowski merasa berada di atas klub. Beberapa bertindak egois dan tak menghormati pelatih, klub, serta rekan satu tim,” kata dia kepada Blick.

Kembali ke Real Madrid juga rasanya mustahil. Sebab, hubungannya dengan Zinedine Zidane juga tak baik, kendati Zidane membantah. “Saya dan dia tak pernah bermasalah, terlepas dari kabar yang beredar,” ujarnya kepada awak media, seperti dilansir dari Goal.

Eks gelandang Bayern, Stefan Effenberg memberi saran agar James Rodriguez mempertimbangkan untuk pindah, demi menyelamatkan waktu bermainnya.

“Jika dia melihat secara masuk akal, James harus menyadari bahwa hal paling tepat untuk dilakukan adalah meninggalkan klub. Jika hanya bermain 10, 12 atau 15 menit, dia tak akan terlihat,” tulisnya dalam sebuah kolom di T-Online.

“Mungkin ia bisa pergi ke suatu tempat yang benar-benar baru. Bagaimanapun, James harus meninggalkan Bayern.”

Beberapa kabar mencuat bahwa ia berencana pindah ke Serie A Italia. Di Negeri Pizza, ia bisa bertemu mantan pelatih Bayern, Carlo Ancelotti (kini menangani Napoli) yang menyukai bakatnya. Namun, nasibnya tak jelas karena Napoli belum mengajukan tawaran konkret. [GP]

SHARE