Manfaat Jaringan 5G yang menyimpan Bahaya - Male Indonesia
Manfaat Jaringan 5G yang menyimpan Bahaya
Sopan Sopian | Digital Life

Mendengar istilah jaringan 5G memang sudah tidak aneh. Karena jaringan ini sudah berhembus kencang dari jauh-jauh hari. Kendati seperti itu, jaringan ini baru siap mulai digunakan. 

Image by Free-Photos from Pixabay

Jaringan 5G pertama kali diuji coba di berberapa kota pada tahun 2018 salah satunya jakarta. Uji coba ini pernah dilakukan oleh salah satu provider dengan menguji coba mobil tanpa pengemudi saat perhelatan Asian Games di Jakarta.

Di Amerika Serikat (AS) sendiri akan menerapkan 5G pada tahun 2019 ini. Sebelum AS, Korea Selatan adala negara pertama yang menyediakan layanan seluler dengan jaringan 5G. Mengutip Ubergizmo, Inggris juga segera bergabung dengan daftar kecil pengguna jaringan ini.

Kendati jaringan 5G telah digunakan di beberapa negara saja, namun teknologi ini kabarnya akan melanda di seluruh dunia pada 2020 mendatang. 

Menukil laman Time, jaringan 5G sendiri adalah jaringan terbaru yang mampu mentranfer data lebih cepat dibandingkan 4G yang Anda gunakan saat ini. Namun jaringan 5G juga menuntut kecanggihan gawai yang digunakan dan tentu kesanggupan infrastruktur teknologi di suatu negara. Lalu apa fakta-taka dibalik jaringan 5G ini?

Merevolusi Binsis
Selain menawarkan kecepatan dalam berselancar internet, teknologi ini juga berpotensi besar merevolusi bisnis seperti pertanian hingga manufaktur. Pemilik pabrik dapat menggunakannya untuk mengendalikan robot. Petani bisa menggunakannya untuk mengawasi traktor pintar.

Bermanfaat untuk Kemudi Otomatis
Dalam kacamata pembuat mobil, jaringan 5G dilijat sebagai teknologi utama untuk mobil kemudi otomatis. Seperti teknologi inovatif lain sebelumnya, 5G juga akan memperkenalkan startup dan layanan baru yang inovatif yang tidak dapat diramalkan sebelumnya. 

 
 

Untuk Bidang Virtual Reality
Peningkatan jaringan 5G juga memiliki manfaat di bidang virtual reality. VR berkualitas tinggi sekarang ini biasanya membutuhkan headset besar yang dihubungkan dengan kabel ke komputer terdekat yang menghasilkan gambar 3-D. 

Dengan menggunakan 5G, yang akan dimuat secara nirkabel ke mesin lain, membebaskan pengguna untuk bergerak dan membuatnya lebih mudah untuk mengembangkan alat seukuran kacamata, kata Cristiano Amon, presiden bisnis semikonduktor Qualcomm.

Di bidang terkait augmented reality, orang bisa mengarahkan kamera ponsel ke pertandingan sepak bola dan melihat pertandingan dan menampilkan stastistik pemain atau data lainnya sekaligus. kata Patrick Moorhead, analis di Moor Insights & Strategy.

Bahaya Jaringan 5G
Kendati memiliki fakta yang luar biasa, jaringan ini juga memiliki potensi membahayakan. Banyak pihak khwatir dengan kemampuan jaringan ini untuk melacak keberadaan seseorang secara cepat dan akurat. Penegak hukum dapat menggunakan aplikasi ini untuk mencari bukti-bukti yang pada dasarnya sudah di luar wewenang merek atau privasi.

Diwartakan The Washington Post, Badan Antariksa AS, NASA juga memperingatkan risiko berbahaya dari jaringan 5G yang sekarang sedang digalakkan ini.  Pasalnya frekuensi milimeter wave jaringan 5G berada di spektrum 24 GHz. Ini dianggap terlalu dekat spektrum yang dipakai satelit microwave untuk mendateksi perubahan cuaca.

Menurut NASA dan NOAA, pemakaian spektrum yang berdekatan ini berisiko menyebabkan interferensi. Akibatnya, penerimaan data dari satelit bisa terganggu. Hal ini bakal makin berbahaya ketika terjadi bencana seperti badai. Karena badai bakal terdeteksi lebih lamban beberapa hari dari sekarang.

Masalah ini sebenarnya sudah diketahui sejak pertama dikembangkannya teknologi 5G. Karena peneliti sejak awal telah memperdebatkan spektrum frekuensi jaringan 5G. *** (SS)

SHARE