Suntikan Energi Jalani Hari Bagi Marcell Siahaan - Male Indonesia
Suntikan Energi Jalani Hari Bagi Marcell Siahaan
Sopan Sopian | News

Kopi merupakan minuman wajib bagi banyak orang. Salah satunya Marcell Siahaan. Bahkan ada istilah dalam sebagian kelompok "tiada hari tanpa secangkir kopi". Selain tidak hanya sebagai minuman penghilang kantuk, tetapi juga memperbaiki mood.

Photo: Sopian/doc. Male Indonesia

Marcell Siahaan masuk dalam jejeran selebriti yang doyan ngopi. Saking sukanya, dirinya pernah kecanduan kopi hingga terkena GERD. Marcell mengaku bisa minum sampai tiga sampai empat cangkir espresso setiap harinya. 

Karena mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak, asam lambung Marcell naik. Pria pelontos itu mengalami GERD atau Gastro Esophageai Reflux Disease. "Saya kena GERD, asam lambung naik. Tapi sekarang udah normal," jelasnya dalam acara Music Drip Nescafe Dolce Gusto.

Perlu diketahui, GERD merupakan kondisi di mana adanya refluks (keluarnya) cairan lambung ke dalam esofagus (kerongkongan). Salah satu gejala yang kerap muncul adalah rasa nyeri di daerah dada bagian bawah

Americano dingin menjadi penyebab mantan penabuh drum itu kecanduan kopi.  Saking nikmatnya, ia tak sadar kalau dirinya sudah meminum racikan kopi itu dalam jumlah banyak. "Saya sukanya Americano kan. Terus Americanonya yang dingin. Jadi cepet banget kan (diminumnya)," ungkapnya.

Usai menjalani pengobatan, Marcell tidak meninggalkan minuman kesukaannya itu. Ia hanya memilih untuk mengurangi konsumsi kopi hariannya. Sebab GERD yang ia derita berpotensi mempengaruhi kondisi pita suaranya. 

Bahkan Marcell menuturkan kalau dirinya justru lebih takut pada asam lambung dibanding tidak bisa tidur karena mengonsumsi kopi. "Lebih takut asam lambung, karena kalau naik takut kena pita suara saya," ucapnya.

Energi Lezat
Disamping sisi negatifnya, kopi bagi Marcell adalah minuman penambah energi yang lezat. Dirinya merasa usai meminum kopi bisa beraktivitas dengan lancar. “Saya orangnya tidak bisa diam. Kopi seperti energi, mendorong saya untuk terus berpikir dan berkarya,” terangnya.

Untuk mendapatkan kenikmatan di setiap cangkirnya, Marcell pun harus jeli memilih kopi. Hal yang pasti menurutnya, kopi berkualitas akan menghasilkan rasa yang lebih baik. Bahkan dirinya rela untuk pergi ke negara tetangga untuk mendapatkan rasa kopi yang ia inginkan.

Jenis kopi yang ia sukai pun tergolong kuat. Ia penikmat biji kopi robusta. Selain cenderung punya rasa yang pahit, kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8 hingga 4 persen.

Americano jadi pilihan racikan kopi favoritnya. Minuman berbasis espresso inilah yang membuatnya kecanduan. Apalagi kalau tersaji dingin. Marcell bisa dengan cepat menegak minuman berkafein tinggi itu.

Namun, seiring perkembangan dunia kopi, lahir temuan terbaik dalam menyeduh kopi. Gabungan antara metode tradisional, matematika, dan juga fisika. Salah satu contohnya adalah kehadiran mesin pembuat kopi kapsul elektronik, yang kini bisa didapatkan dengan mudah di Indonesia.

“Biasanya saya mencari kapsul kopi terbaik, saya pulang dulu ke Singapura. Namun, sekarang semua sudah tersedia di Indonesia. Teknologi ini membantu sekali, tidak perlu repot lagi, dan yang terpenting saya suka produk yang peduli terhadap alam dan ramah lingkungan,” ujar Marcell. *** (SS)

SHARE