Berkumpul dan Berpetualang Bersama Tintin - Male Indonesia
Komunitas
Berkumpul dan Berpetualang Bersama Tintin
MALE ID | Sport & Hobby

Siapa yang tidak kenal karakter Tintin? Ya, wartawan dengan rambut berjambul yang khas ini senantiasa digandrungi oleh banyak orang sejak era 90-an.


Photo: Komunitas Tintin Indonesia

Komik Tintin merupakan garapan eks wartawan asal Belgia yang beralih profesi menjadi komikus, Georges Remi. Ia menciptakan nama pena RG, yang juga dikenal Herge.

Dalam perjalanannya, diceritakan Tintin ditemani oleh seekor anjing fox terrier bernama Snowy dan bertemu banyak orang, salah satunya Captain Haddock.

Rupanya, di tanah air, ada satu wadah khusus yang menjadi sarana berkumpul para pecinta karakter Tintin. Mereka tergabung dalam Komunitas Tintin Indonesia.

“Awalnya, kami tergabung sejak tahun 2003 lewat milis. Dipertemukan oleh kesenangan yang sama terhadap Tintin, komunitas ini perlahan-lahan berkembang,” ujar Ruri, anggota Komunitas Tintin Indonesia.

Komunitas ini melakukan diskusi, berbagi pengalaman unik serta hal-hal terkait komik Tintin. Tidak ketinggalan, para anggotanya mengumpulkan koleksi tokoh tersebut dalam berbagai bentuk.

Ruri menambahkan, jumlah anggota di Komunitas Tintin Indonesia sudah melewati seribu orang. “Semuanya tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Kita juga punya grup Whatsapp, yang aktif sekitar 30-50 orang,” tutur Ruri.

Menariknya, di dalam komunitas ini tidak diterapkan sistem organisasi. “Memang tidak ada, supaya KTI tidak terlalu formal. Beberapa orang adalah pendirinya, salah satunya Pak Surjorimba, sisanya anggota,” tuturnya lagi.

Saat membaca komik Tintin, lanjut Ruri, banyak hal dapat dipelajari. Antara lain budaya, adat, serta kondisi geografis negara-negara di belahan Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia.

Kecintaan anggota KTI pada Tintin ditunjukkan dengan berbagai cara. Seperti mengumpulkan seluruh komik Tintin dalam bahasa Indonesia, Belanda, Jerman, Jepang, hingga bahasa asli Tintin, Prancis. Ada pula yang mengumpulkan action figure Tintin.


Photo: Komunitas Tintin Indonesia

“Ada anggota kami yang sampai pergi ke Korea Selatan untuk berburu salah satu edisi komik Tintin berbahasa Korea cetakan pertama. Dan itu termasuk komik Tintin yang langka,” kata dia.

Bahkan, petualangan Tintin membuat banyak anggota melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang digambarkan di dalam komik, seperti Nelwin. Ia menyebut, tak sedikit negara yang sudah ia datangi.

“Saya pergi dan memotret spot dimana Tintin berpetualang, lalu menggabungkannya dengan gambar di komik Tintin,” ucap Nelwin.

Spot yang sudah dikunjunginya mencakup Stasiun Kereta Geneva, Hotel Cornavin, Nyon, Moskow, New York, Paris, Brussels, Cliff of Dover, New Delhi, Kathmandu, Beograd, Petra, Piramida Giza, Jerusalem, Glasgow, Casablanca, Marrakesh, serta Kemayoran.

“Belum semuanya saya datangi. Rencananya, saya akan lanjutkan ke Peru di akhir 2019, untuk episode Tawanan Dewa Matahari atau Prisoners of The Sun. Kemudian 2020 ke Tibet, episode Tintin in Tibet, Shanghai, dan Kongo pada 2021,” ujar Nelwin.

Komunitas Tintin Indonesia kerap berpartisipasi di sejumlah event, seperti Battle of Toyz, dan Indonesia Comic Con. “Pada ajang Jakarta Toys & Comics Fair 2019 kemarin, booth kita juga ada di sana,” kata Ruri. [GP]

SHARE