Gawat! Snapchat Akses Data Milik Penggunanya - Male Indonesia
Gawat! Snapchat Akses Data Milik Penggunanya
Gading Perkasa | Digital Life

Sejumlah departemen di perusahaan media sosial Snapchat dikabarkan membuat tool untuk mengakses data milik pengguna.


Photo: MaxPixel

Seperti dilaporkan Motherboard, tool tersebut telah disalahgunakan oleh para karyawan Snapchat yang memata-matai pengguna mereka.

Mengutip dari laman Vice, dua mantan karyawan Snapchat mengatakan, sejumlah karyawan telah menyalahgunakan akses mereka untuk mengintai data pengguna sejak beberapa tahun lalu.

Dalam laporannya, Motherboard menyebutkan bahwa tool internal ini memungkinkan karyawan Snapchat mengakses data pengguna. Data yang diakses antara lain meliputi lokasi, nomor telepon, alamat email, hingga Snap alias video yang disimpan pengguna.

Kendati Snapchat telah mengenalkan akses kontrol yang ketat terhadap data pengguna dan menangani penyalahgunaan serta privasi pengguna dengan serius, masalah ini mungkin tak dapat dilupakan begitu saja. Apalagi, karyawan telah mengakses sejumlah data yang sifatnya sensitif.

 
 

Menurut laporan, tool yang dapat mengakses data pengguna bernama SnapLion. Tool ini aslinya berfungsi mengumpulkan informasi milik pengguna, demi memenuhi permintaan dari penegak hukum.

Seharusnya, akses terhadap tool SnapLion hanya dimiliki oleh tim Spam dan Penyalahgunaan. Sebab, tool tersebut dipakai untuk memerangi bullying atau pelecehan di Snapchat oleh pengguna lain. Namun dua mantan karyawan Snapchat mengatakan, telah terjadi insiden penyalahgunaan.

Bahkan, SnapLion dikabarkan juga dipakai mengatur ulang kata sandi pengguna setelah diretas hingga tindakan administratif lainnya.

Snapchat mencatat dan memantau akses ke data pengguna lewat SnapLion. Sehingga banyak pengguna mungkin tidak tahu jenis data apa saja yang disimpan oleh Snapchat.

Sekadar informasi, pada tahun 2014, Federal Trade Commission telah memberi sanksi denda kepada Snapchat karena perusahaan tak mengungkap bahwa mereka telah menyimpan, mengumpulkan, dan mentransmisikan data lokasi.

Tool seperti SnapLion kabarnya merupakan hal yang wajar di perusahaan teknologi. Ini karena perusahaan membutuhkan akses ke data pengguna, untuk sejumlah tujuan yang sah dan terlegitimasi.

Walau Snapchat menyebut tool yang dimiliki perusahaan dipakai membantu laporan pengguna, mematuhi aturan pemerintah, dan menegakkan ketentuan dan kebijakan jaringan, beberapa karyawan memakai akses data tersebut untuk memata-matai pengguna.

Email Snapchat kepada karyawan yang diperoleh Motherboard juga mendiskusikan mengenai ancaman orang dalam dan akses terhadap data. Snapchat mengatakan hal itu perlu diberantas.

Juru bicara Snapchat mengatakan, “Melindungi privasi adalah hal terpenting di Snapchat. Kami menyimpan sangat sedikit data pengguna dan memiliki kebijakan serta kontrol kuat unuk membatasi akses internal ke data yang kami miliki.”

Dia juga menyebut, akses tanpa izin dalam bentuk apapun merupakan pelanggaran terhadap standar perilaku bisnis perusahaan dan jika terdeteksi, bisa berujung pada pemutusan hubungan kerja. [GP]

SHARE