Tokoh Pemberani Pembawa Pesan di Medan Perang - Male Indonesia
Tokoh Pemberani Pembawa Pesan di Medan Perang
MALE ID | Story

James Nachtwey dikenal sebagai salah seorang pewarta dan fotografer yang sering turun sendiri ke medan peperangan guna mengabadikan berbagai momen penting langsung dari medan laga. Pria asal Amerika ini menghabiskan masa kecilnya di Massachusetts dan menyelesaikan pendidikan di Dartmouth University pada 1970.


Photo: wikimedia commons

Melalui situs resminya, disebutkan bahwa saat menyaksikan berbagai foto liputan Perang Vietnam dan gerakan hak asasi Amerika, hati James Nachtwey mulau tergerak dan tertarik pada dunia fotografi.  

Kariernya sebagai fotografer profesional dimulai pada 1976, ketika ia mulai bekerja sebagai tukang foto untuk Albuquerque Journal di New Mexico.

Agaknya, gambar-gambar Perang Vietnam yang ia saksikan semasa kecil membawa pengaruh sangat besar bagi pewarta kelahiran Syracuse, New York ini. Hal itu kian terbukti ketika Nachtwey memutuskan untuk mulai berkarier sebagai fotografer lepas, bersamaan dengan kepindahannya ke New York pada 1980.

Tugas pertama yang dipilihnya yaitu mengabadikan perjuangan rakyat Irlandia Utara untuk bertahan hidup dari wabah kelaparan pada 1981.

Pasca tugas tersebut, Nachtwey seolah tak pernah berhenti membawa alat jepretnya dan mengabadikan momen sejenis yang terjadi di berbagai bagian dunia.

Di mana ada perang, di situ ada Nachtwey. Memang terdengar klise, namun itulah faktanya. Situasi konflik bersenjata, bencana kelaparan, atau wabah yang terjadi di sejumlah benua dan negara seperti Afrika Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, Rusia, Eropa Timur, hingga Indonesia.

Tragedi tsunami 26 Desember 2004 yang memakan korban ratusan ribu jiwa di kawasan Asia Tenggara terungkap dan menjadi perhatian dunia. Itu tak lepas dari jasa Nachtwey yang secara langsung mengabadikan peristiwa tersebut dari jarak cukup dekat.

Dedikasi dan kerja keras Nachtwey sebagai fotografer jurnalistik profesional memang tidak diragukan lagi. Dalam setiap momen, ia selalu memposisikan dirinya sebagai saksi langsung dari peristiwa dan kameranya menyampaikan peristiwa tersebut tanpa rekayasa.

Tak jarang, idealisme tinggi yang dianutnya membuat Nachtwey menemui rintangan. Contohnya, ketika meliput situasi perang di Irak atas invasi Amerika Serikat, ia dan rekannya, Michael Weisskopf, terkena granat dari pasukan Irak.

Namun hal-hal seperti itu tidak menyurutkan langkah Nachtwey untuk mengabadikan situasi konflik. Salah satu kata-katanya yang terus diingat sampai sekarang, “I have been a witness, and these pictures are my testimony. The events I have recorded should not be forgotten and must not be repeated.” [GP]

SHARE