Dicerai Google, Huawei Buat Sistem Operasi Sendiri - Male Indonesia
Dicerai Google, Huawei Buat Sistem Operasi Sendiri
Sopan Sopian | Digital Life

Google telah menghentikan pembaruan Android pada smartphone Huawei. Hal tersebut menjadi pukulan telak bagi Huawei. Oleh sebab itu smartphone Huawei yang akan dirilis tak dapat lagi menggunakan sistem operasi sejuta umat tersebut.


Photo: doc. Huawei

Akibat dari "diceraikannya" Android dari Huawei, nantinya tidak akan mendapatkan akses ke aplikasi-aplikasi inti Google, seperti Play Store, Gmail, Chrome, hingga YouTube. Seperti dilaporkan Reuters, Huawei hanya diperbolehkan untuk menggunakan sistem operasi Android berlisensi open source yang bisa digunakan siapa saja, yaitu Android Open Source Project (AOSP). 

Melalui AOSP ini, Huawei masih bisa memberikan update sistem operasi dan keamanan untuk smartphone Android buatannya. Meskipun demikian, Huawei tampaknya telah memperkirakan hal tersebut akan terjadi. Pada Maret 2019, CEO Huawei, Richard Yu mengungkapkan jika pihaknya tengah mengembangkan sistem operasinya sendiri.

Melansir laman Huawei Central, Huawei telah mengembangkan sistem operasi dengan nama Hongmeng. Bahkan sistem operasi ini kabarnya telah dikembangkan sejak 2012. Sumber Huawei Central mengatakan Hongmeng menggunakan arsitektur yang berbeda dari Android dengan berbasis pada Linux.

Tetapi belum ada kepastian kapan sistem operasi baru ini akan diluncurkan dan dikomersialkan. Hongmeng akan bisa digunakan lintas platform termasuk ponsel dan notebook. Selain itu, belum ada konfirmasi juga bahwa nama Hingmeng menjadi nama asli OS.

Di sisi lain juga, pengembangan Hongmeng menghadapi beberapa tantangan ketika diluncurkan secara komersial. "Masalah yang paling menantang bagi Hongmeng adalah pada pembentukan ekosistem inti. Jika perusahaan meninggalkan kerangka kerja Linux + Java Android dan langsung mengadopsi arsitektur sistem baru, itu akan membuat sistem Hongmeng tidak kompatibel dengan Aplikasi berbasis Android saat ini," ujar sumber Huawei Central.

Sumber tersebut menambahkan Hongmeng juga memiliki keunggulan karena memiliki dukungan luas dengan kemampuan hardware Huawei yang ada saat ini.

"Setelah OS keluar dari ekosistem perangkat lunak pendahulunya, maka ada peluang bagus bahwa Hongmeng akan menjadi salah satu sistem operasi seluler terbaik dan terbesar di dunia," tambahnya. Adapun untuk pemasok chip, Huawei telah membentuk anak perusahaan bernama HiSilicon. Anak usaha ini memproduksi chip bernama Kirin.

Akan tetapi, pengguna ponsel Huawei tak perlu khawatir, karena perangkat Huawei yang telah beredar di pasaran masih akan mendapatkan perlindungan keamanan melalui Google Play Protect. Google Play Protect adalah detektor malware bawaan yang menggunakan pembelajaran mesin untuk mendeteksi dan menyingkirkan aplikasi jahat. 

Meski begitu, Google tidak mengungkapkan apakah perangkat Huawei saat ini, misalnya P30, Mate 20, dan lainnya yang masih beredar di pasaran akan menerima pembaruan Android di masa depan. *** (SS)

SHARE