Riset: Lulusan baru Masih Yakin Dapat Kerja Cepat - Male Indonesia
Riset: Lulusan baru Masih Yakin Dapat Kerja Cepat
MALE ID | Works

Semangat mahasiswa yang baru lulus untuk mendapatkan kerja memang patut diancungi jempol. Karena mereka benar-benar optimis untuk bisa langsung mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Meski tidak sedikit juga mereka yang melamar pekerjaan di luar dari konsentrasi saat perkuliahan.

cari kerja - male indonesia
Photo by Muhammad Raufan Yusup on Unsplash

Terkait optimisme mereka yang baru lulus kuliah, menurut laporan Monster dalam laman Tech Republic, hampir 60% lulusan berharap mendapatkan pekerjaan kurang dari dua bulan setelah lulus. Laporan tersebut berasal dari survei yang dilakukan terhadap 350 orang dewasa muda di AS antara usia 18 dan 26, yang diharapkan lulus pada 2019 dari segala jenis program gelar.

Laporan tersebut juga menilai perasaan lulusan muda tentang pasar kerja, serta pandangan mereka tentang pekerjaan potensial. Secara keseluruhan, Kelas 2019 optimis. Laporan Monster juga menemukan, dengan lebih dari seperempat (28%) mengatakan mereka berharap mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari sebulan setelah lulus.

Dengan pengangguran AS turun menjadi 3,6% pada Mei 2019 , terendah dalam hampir 50 tahun, lulusan baru yakin bahwa mereka akan bisa mendapatkan pekerjaan setelah lulus sarjana. Responden dalam rentang usia 18 hingga 20 tahun (41%) itu dilaporkan tingkat kepercayaan tertinggi dalam prospek pekerjaan mereka.

Pria Mencari Kerja Lewat Media Sosial
Dewasa muda menggunakan beragam alat untuk mencari pekerjaan. Bentuk pencarian pekerjaan yang paling umum untuk lulusan baru termasuk melihat langsung ke perusahaan tertentu yang diminati (47%), meningkatkan mulut ke mulut (43%), dan papan kerja (35%).

Lebih lanjut, hampir 15% pencari kerja sekarang menemukan pekerjaan melalui media sosial, terutama pria, menurut laporan itu. Pria (35%) lebih mungkin dibandingkan wanita untuk menggunakan Instagram dalam mencari pekerjaan. Hal ini juga menunjukkan bahwa LinkedIn bukan satu-satunya jaringan media sosial yang digunakan orang untuk berjejaring.

Terlepas dari kepercayaan mereka, pencarian pekerjaan masih membuat stres bagi orang dewasa muda. Saat mempersiapkan wawancara, lebih dari separuh responden (55%) mengatakan mereka merasa tertekan tentang menyelesaikan penilaian pekerjaan untuk melihat apakah pekerjaan itu sesuai atau tidak. 

Sekitar 51% responden mengatakan mereka juga cemas mengenakan pakaian yang benar untuk wawancara. Kemudian, faktor utama yang dipertimbangkan dewasa muda selama proses pencarian kerja, menurut laporan Monster itu, yakni di dalamnya adalah lokasi kantor (32%) dan gaji awal (32%). *** (SS)

SHARE