Pria Berkulit Gelap Berisiko Kena Kanker Kulit - Male Indonesia
Pria Berkulit Gelap Berisiko Kena Kanker Kulit
Gading Perkasa | Sex & Health

Apapun warna kulit yang dimiliki, paparan sinar matahari berlebihan tetap akan membuat kita berisiko menderita kanker kulit.

kanker kulit - male IndonesiaPhoto: Pexels.com

Dokter kulit Angela Kyei mengatakan, mereka yang berkulit gelap memiliki lebih banyak pigmen yang disebut melanin untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

“Tapi itu bukan berarti orang dengan kulit gelap tidak bisa terkena kanker kulit. Mereka tetap berisiko mengalaminya, hanya saja tidak setinggi orang kulit putih,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari Health Cleveland Clinic.

Terlepas dari manfaat melanin yang memberi perlindungan ekstra terhadap paparan sinar matahari, menurut Kyei, orang Afrika-Amerika cenderung menderita lebih banyak kematian karena melanoma daripada kelompok etnis lain. Tapi, ini bukan karena kanker kulit lebih sulit dideteksi pada orang berkulit gelap.

 
 

Kyei melanjutkan, orang dengan kulit yang lebih gelap juga cenderung mendapatkan kanker kulit di lokasi berbeda dari orang berkulit putih.

“Misalnya, pada orang Afrika-Amerika dan Asia, kanker kulit sering terjadi di area kuku, tangan dan kaki mereka. Ras kaukasia cenderung mendapatkannya lebih banyak di daerah yang terpapar sinar matahari,” kata Kyei.

Perawatan untuk Penderita Kanker Kulit
Baik orang berkulit gelap atau putih, sebagian besar perawatan kanker kulit dilakukan dengan cara yang sama. Perawatan biasanya dimulai operasi pengangkatan sel kanker. Namun, operasi biasanya membuat orang berkulit gelap memiliki bekas luka atau jaringan parut yang lebih tebal, atau disebut juga keloid.

Penderita karsinoma sel basal, jenis kanker kulit yang paling umum, biasanya disebabkan karena adanya bekas luka. Menurutnya, bekas luka yang tebal, khususnya di area wajah, pasti terlihat mengerikan.

Ditambahkan oleh Kyei, sel kanker yang muncul di area permukaan dan tak berisiko tinggi bisa diobati dengan kemoterapi. Ini sangat membantu untuk mencegah munculnya keloid.

Terlepas dari potensi jaringan parut, operasi adalah satu-satunya metode pengobatan untuk melanoma. “Melanoma itu mematikan dan harus segera dilakukan pengangkatan,” ucapnya.

Selain itu, steroid yang disuntikkan juga dapat membantu meminimalkan bekas luka. Akan tetapi, Kyei menyarankan agar orang yang sering terpapar sinar matahari mengonsumsi vitamin D guna mengatasi masalah kanker kulit. [GP]

SHARE