Jangan Panik Cacar Monyet, Kenali Dulu Gejalanya - Male Indonesia
Jangan Panik Cacar Monyet, Kenali Dulu Gejalanya
MALE ID | Sex & Health

Belakangan ini, cacar monyet atau monkeypox menyedot perhatian masyarakat usai kasusnya ditemukan di Singapura. Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia ini terjadi pertama kali di pedalaman Central dan West Africa di daerah hutan tropis.


Photo: Pixnio

Cacar monyet biasanya ditularkan satwa liar, seperti primata (monyet) dan rodents (hewan pengerat). Akan tetapi penularannya dari manusia ke manusia sangat terbatas. Selain itu tak ada terapi khusus karena penyakit ini merupakan penyakit virus dan belum ditemukan vaksinnya.

Seperti dilansir dari HiMedik, Wayan T. Artama dari One Health Collaborating Center UGM mengatakan, gejala cacar monyet mirip smallpox, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan adanya benjolan kecil di seluruh tubuh.

Penyakit ini muncul kali pertama di Republic Rakyat Congo tahun 1958 dan menyebar secara sporadis sejak 1970 di kawasan Afrika Tengah dan Barat, mencakup beberapa negara seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading, Liberia, Sierra Leone, Gabon dan Sudan.

Virus cacar monyet biasanya menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, dan kulit dari hewan yang terinfeksi, serta melalui orang yang menangani atau terhubung langsung ke monyet. Mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi pun bisa menularkannya.

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, terutama pada saluran pernapasan, kulit yang mengandung cairan cacar dari pasien.

Langkah Pencegahan

Mencegah penularan virus yaitu menerapkan hidup bersih dan sehat, mencuci tangan memakai sabun, menghindari kontak fisik dengan hewan yang terinfeksi atau penderitanya.

Di samping itu, jangan mengonsumsi daging hewan yang tidak dimasak baik. Apabila Anda mengalami demam setelah mengunjungi wilayah tertentu, segera periksa ke dokter.

Diagnosis
Monkeypox atau cacar monyet dapati didiagnosis di laboratorium menggunakan pendekatan molekuler seperti PCR, RDT dan dilakukan dengan hati-hati. Baik dalam pengiriman sampel ataupun pengerjaanya di laboratorium yang memenuhi standar,” jelas Wayan T. Artama, melansir HiMedik.

Pengobatan
Belum ada pengobatan khusus dan vaksinasi untuk cacar monyet, tetapi wabah tersebut dapat dikendalikan. Selain itu, orang yang sudah mendapatkan vaksinasi smallpox masih bisa terlindungi karena ada kekebalan silang mencapai 85 %. [GP]

SHARE