Ratu Elizabeth II tak Lebih Kaya dari Band Queen - Male Indonesia
Ratu Elizabeth II tak Lebih Kaya dari Band Queen
Sopan Sopian | News

Tak dipungkiri bahwa film drama semi-biografi band Rock legendaris Inggris Queen, Bohemian Rhapsody (2018), sukses menjadi film drama musikal tersukes sejauh ini. 

Photo: Hatto/Wikipedia

Kesuksesan film yang disutradarai oleh Bryan Singer (X-Men: Apocalypse) dan Dexter Fletcher (Rocketman) ini membuat ketiga personil Queen yang masih tersisa: Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon, meraup “persenan” yang sangat tinggi.

Berdasarkan Daftar Orang Terkaya 2019 versi Sunday Times, Queen memiliki kekayaan 445 juta poundsterling (Rp 8,2 triliun). Sementara itu, kekayaan Ratu Elizabeth II hanya sekitar 375 juta poundsterling (Rp 6,9 triliun). Kekayaan Queen meningkat tajam seiring dengan kesuksesan film biopik Bohemian Rhapsody yang terjual USD 902 juta (Rp 12,9 triliun) di dunia sejak November 2018. 

Film itu menjadi film berpendapatan tertinggi ke-6 di seluruh dunia. “Rocker legendaris itu terus meraup pendapatan, sedangkan Ratu Elizabeth II masih sama seperti sebelumnya,” ungkap Sunday Times

Ratu Elizabeth II memuncaki Daftar Orang Terkaya Sunday Times dari tahun 1989-1994. Namun, kali ini, mahkota dan koleksi barang antik tidak dihitung sebagai milik Ratu Elizabeth II.

Seluruh anggota Queen merupakan miliarder. May kini memiliki kekayaan 135 juta poundsterling, naik dari 160 juta poundsterling. Kekayaan Taylor juga naik dari 130 juta menjadi 155 juta poundsterling. Deacon juga kini memiliki kekayaan 130 juta poundsterling dan kembali masuk ranking untuk pertama kali sejak 2006.

 
 

Meski Mercury sudah meninggal sejak 24 November 1991, Queen tetap ada sampai sekarang. Lagu-lagu Queen masih banyak didengarkan para pecinta musik. Sampai kemarin, video klip lagu Queen yang paling terkenal Bohemian Rhapsody telah ditonton 952 juta kali di YouTube dengan subscriber lebih dari 9,5 juta orang.

Jumlah fans setia Queen juga dapat dilihat dari kesuksesan film Bohemian Rhapsody. Film itu memuncaki peringkat box office. Kurang dari sepekan, film itu meraup USD51 juta (Rp 762,7 miliar, kurs Rp 14.947 per dolar) di Amerika Utara dan total USD141,7 juta di seluruh dunia.

Capaian tersebut merupakan pembukaan yang bagus untuk film biopik dan membayar perjuangan 20th Century Fox yang menghabiskan dana produksi USD52 juta (Rp 779 miliar). Bohemian Rhapsody awalnya diproyeksikan hanya akan sukses melakukan penjualan skitar USD35 juta (Rp 524 miliar) pada tahap awal pembukaan.

Pada hari pertama rilis di AS, tiket Bohemian Rhapsody terjual USD18,4 juta, termasuk USD3,9 juta dari preview. Memasuki akhir pekan yang menjadi hari libur sekolah dan kerja, film itu terjual hingga USD51 juta dan menjadi film biopik musikal kedua terbaik setelah Straight Outta Compton (USD60,2 juta pada Agustus 2015).

Bohemian Rhapsody dirilis lebih awal di Inggris, yakni pada 24 Oktober dengan awal penjualan 1,62 juta poundsterling (Rp 31,57 miliar) dari 575 bioskop atau 2.817 poundsterling atau sekitar Rp 54,89 juta per layar lebar. Penjualan film itu meningkat menjadi 9,6 juta poundsterling (Rp 186,9 miliar) hanya dalam tujuh hari.

Memasuki pekan kedua di pasar internasional, Bohemian Rhapsody terjual USD72,5 juta, termasuk USD7,4 juta dari luar Inggris seperti Prancis (USD7,7 juta), Meksiko (USD5,8 juta), Jerman (USD5,7 juta), dan Australia (USD5,7 juta). Film itu tidak hanya kebanjiran penonton, tapi juga kritik, baik positif maupun negatif.

Film yang menitikberatkan cerita pada kehidupan vokalis Queen, Mercury, tersebut mendapatkan kenaikan nilai menjadi sebesar 60% dari 251 review di Rotten Tomatoes , situs agregasi-review film yang biasanya menjadi wadah para kritikus film dari seluruh dunia. Sepekan sebelumnya, nilai film drama itu hanya 53%.

Penjualan album Queen rata-rata antara 150-300 juta kopi. “Penjualan filmnya juga di luar perkiraan dan ini membuktikan selera masyarakat untuk menonton film bangkit dari sisi emosional mengingat Queen merupakan band legendaris, tak peduli apa pun yang dikatakan kritikus,” ujar analis comScore, Paul Dergarabedian.

Pada akhir 2018, di Metacritic, Bohemian Rhapsody mendapatkan nilai rata-rata 49 dari 100 dengan jumlah kritikus 45 orang. Jajak pendapat yang dilakukan CinemaScore juga menunjukkan rata-rata taraf “A” dari skala A+ sampai F, sedangkan PostTrak melaporkan para penyuka film rata-rata memberikan nilai 88%.

“Musik Queen mungkin tak tertandingi, tapi filmnya basi dan terlalu textbook. Kisahnya mengikuti sejarah revisionis yang hanya mementingkan kepentingan pribadi di mana legenda selalu dikedepankan dibanding kebenaran, sekalipun kebenaran jauh lebih menarik,” kata analis David Ehrlich yang memberi nilai D+.

Film Bohemian Rhapsody yang juga diambil dari nama lagu populer karya Mercury kembali membuat lagu-lagu Queen diputar di berbagai penyedia layanan streaming musik, termasuk Spotify dan di cover band terkenal. Film itu membangkitkan kejayaan band legendaris yang pernah menjadi inspirasi pemusik di dunia. *** (SS)

SHARE