Seleb Hollywood yang Pernah Alami Bullying - Male Indonesia
Seleb Hollywood yang Pernah Alami Bullying
MALE ID | News

Bullying atau perisakan merupakan penggunaan kekuatan, ancaman, atau paksaan untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain. Dan yang sering jadi korban bully itu adalah orang-orang yang terlihat lemah, baik dari segi fisik atau mental.

Pelaku bully, biasanya mereka yang merasa dirinya lebih kuat dan memiliki sifat arogan. Trauma dari proses bully ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk sembuh. Bully bisa dialami oleh siapa saja, bahkan banyak aktor Hollywood yang mengalami hal tersebut di masa lalu.

Tom Holland


Photo: Gage/Wikipedia

Sebelum bergabung sebagai superhero berkekuatan super Spider-Man, Tom Holland hanya remaja yang mendapatkan tekanan. Dia mengaku pernah diintimidasi ketika mencoba mengeluti dunia tari.

Sebagai seorang penari muda berbakat, Holland menerjang hinaan dari teman-temannya ketika masih anak-anak. Dia pernah bermain dalam Billy Elliot the Musical di London pada usia 12 tahun.

"Ada saat-saat ketika aku diintimidasi tentang menari dan sebagainya. Namun, Anda tidak bisa memukulku cukup keras untuk menghentikanku melakukannya," ujarnya.
 
Henry Cavill


Photo: Michael J. Scofield/Wikipedia

Pemeran karakter Superman ini memang terlihat begitu sempurna dengan perut tanpa cacat dan rahang yang begitu kuat. Namun, Cavil sempat memiliki julukan berbeda saat tumbuh dewasa. "Aku adalah Cavill Si Gemuk. Aku menangis di telepon kepada ibuku empat kali sehari," ujar bintang Man of Steel ini.

Sisi baiknya, trauma masa kecil membantunya memahami peran dan mendapatkan bagian itu. "Versi Supermanku pada dasarnya adalah seorang pria yang telah menghabiskan seluruh hidupnya sendirian," kata Cavill. Ia  menjadikan pengalaman bully itu untuk maju ke depan.

Demi Lovato


Photo: Huhu Uet/Wikipedia

Demi Lovato memiliki pengalaman tersendiri dengan bullying. Dia mencoba terus melawan dengan perilaku-perilaku yang tidak menyenangkan terhadap dirinya hingga sekarang.

"Orang-orang akan menulis 'petisi kebencian' (tentangku) dan mengirim untuk ditandatangani. Mereka akan mengadakan pesta-pesta pemukulan CD dari demo-demoku," ujar penyanyi ini.

Intimidasi terhadap Lovato tidak sampai di situ. Dia harus melihat pembenci yang datang ke seberang rumahnya dan berteriak di pinggir jalan. Peristiwa-peristiwa itu menjadi momen paling emosional untuknya.

Sejak itu Lovato bekerja dengan organisasi PACER Teens Against Bullying. Dia muncul dalam sebuah video dan menjadi duta untuk kampanye Secret's Mean Stinks.

Lady Gaga


Photo: CityMorgue/Wikipedia

Lady Gaga mencoba belajar dari pengalaman di masa lalu. Salah satu mengingat ketika dia mendapatkan bullying untuk membantunya terhubung dengan karakter dalam film A Star is Born sebagai Ally.

"Yah, apa yang berbeda antara Ally dan (aku) adalah ketika aku memutuskan untuk pergi sebagai penyanyi dan penulis lagu, aku langsung berlari. Aku benar-benar percaya pada diriku sendiri. Ally tidak seperti ini," ujar Gaga.

Karakter dalam film tersebut justru berbeda langkah dengan kenyataan yang Gaga lakukan. Ally begitu tidak percaya pada dirinya dan merasa sangat lelah oleh industri musik sehingga dia menyerah pada dirinya sendiri.

"Apa yang harus aku lakukan adalah kembali ke masa kecil ke tahun-tahun sekolah menengah ketika aku diintimidasi dan diolok-olok karena memiliki impian besar. Di situlah aku pergi," kata Gaga. *** (SS)

SHARE