Teknologi Cloud Computing yang Terus Melayang - Male Indonesia
Teknologi Cloud Computing yang Terus Melayang
MALE ID | Digital Life

Bekerja di abad digital tak lagi tergantung jarak dan waktu. Kebutuhan pendukung lalu lintas data bukan lagi hambatan. Dengan penggunaan teknologi internet, munculnya teknologi cloud computing, termasuk perkembangannya hingga adanya cloud storage, membuat cara bekerja menjadi berubah. Selain dalam penggunaan software, serah terima pekerjaan berbentuk data yang besar pun tak perlu lagi mengandalkan cara konvensional yang harus dilakukan hand to hand.

teknologi cloud computing
pixabay.com

Secara definitif teknologi cloud computing dapat digambarkan sebagai kumpulan informasi yang secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di perangkat komputer seperti desktop, komputer tablet, notebooksmartphone, dan lain-lain. Teknologi yang juga dikenal dengan nama komputasi awan ini, juga mampu menggabungan pemanfaatan teknologi komputer yang berada dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet yang berfungsi menjalankan program atau aplikasi melalui komputer-komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama.

Software tak perlu lagi harus terinstal di perangkat komputer. Data-data yang makin besar dan memenuhi komputer pun dapat "dititipkan" ke dalam server di internet. Jika dibutuhkan tinggal mengasksesnya lewat jaringan internet. Kini hampir semua perusahaan raksasa berbasis internet menyediakan jasa penggunaan teknologi cloud computing. Google misalnya, yang mengembangkan Google Drive, Microsoft dengan One Drive nya, Apple dengan iCloud nya, Adobe dengan CreativeCloud nya, IBM dengan Blue Cord Initiative, Oracle dengan Oracle Cloud Platform atau DropBox yang sudah sejak lama dijadikan ruang penyimpanan bebasis internet di luar perangkat komputer.

Layanan dengan penggunaan teknologi cloud computing ini sendiri juga banyak menelurkan variasi-variasi baru. Tapi setidaknya ada tiga variasi layanan yang patut menjadi perhatian utama.

  • Pertama adalah Software as a Service (SAAS), yaitu layanan cloud computing dimana pengguna jasa dapat langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan bertugas mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut.
  • Kedua adalah Infrastructure as a Service (IaaS), layanan cloud computing yang menyediakan berbagai infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen yang disediakan tersebut biasanya digunakan untuk membangun komputer virtual.
  • Ketiga adalah Platform as a Service (PaaS), yaitu layanan cloud computing yang menyediakan computing platform. Pada layanan ini sudah terdapat sistem operasi, databaseweb server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi yang telah dibuat. Para peyedia layanan tersebut akan bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini.
Situs icorps.com menyebutkan bahwa pada tahun 2020 anggaran untuk komputasi awan ini akan melewati angka 270 miliar dolar. Hal ini nampaknya seiring dengan makin percayanya para pengelola perusahaan terhadap cloud computing yang membuat keamanan data perusahaan terus membaik dan juga peningkatan ketersediaan layanan. Situs ini juga megungkapkan bahwa tak mengherankan jika pada tahun 2016 diperkirakan 36% dari semua data di dunia usaha dan bisnis akan diletakkan pada cloud storage, ini dalah kenaikan angka yang signifikan jika dibanding pada 2013 yang hanya dalam kisaran 7% saja.

Teknologi cloud computing ini memang layak mendapat perhatian utama dalam menjalankan bisnis dan usaha, teruatama bagi yang berkecimpung di ranah bisnis digital seperti pengembangan software atau aplikasi. Bayangkan saja, di tahun 2015 lalu software sebagi aplikasi layanan menjadi yang terbesar menggunakan komputasi awan ini di Amerika Serikat, mencapai 67,4 milliar. Hingga hal ini pun berimabas lebih dari 50% dari institusi usaha maupun organisasi lain saat ini mempekerjakan staf ahli bidang cloud computing.**MALE (cio.com, icorps.com, oracle.com)

SHARE