Mitos Seputar Ikan Piranha yang Mengerikan - Male Indonesia
Mitos Seputar Ikan Piranha yang Mengerikan
MALE ID | Story

Beberapa hewan di Bumi mendapatkan stigma negatif yang terlalu berlebihan, salah satunya adalah ikan piranha. Ikan ini kerap digambarkan sebagai ‘setan’ di perairan yang mampu melahap mangsa berukuran lebih besar dari tubuhnya hanya dalam sekejap.


Photo: Pixabay

Dalam film thriller, ikan piranha bahkan diceritakan senang menyerang dan memangsa manusia dengan meluncur keluar dari air. Benarkah mereka sebrutal ini?

Jawabannya tentu saja tidak. Jika mencari tahu dari mana stigma ‘jahat’ ikan piranha muncul, itu semua berawal dari Theodore Roosevelt, Presiden Amerika ke-26.

Pasca kekalahan dari Woodrow Wilson dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun 1912, Roosevelt mulai aktif berpetualang. Ia menyusuri ‘Sungai Keraguan’ di lembah Amazon, yang kemudian berganti nama menjadi ‘Sungai Roosevelt’.

Dalam ekspedisi tersebut, ada 19 orang berangkat, namun hanya 16 orang yang kembali hidup-hidup. Beragam kendala menghadang, termasuk penyakit, cedera, kekurangan makanan, kelelahan, tenggelam, dan pembunuhan. Bahkan, Roosevelt pulang ke Amerika dalam kondisi nyaris tewas karena cedera kaki dan infeksi.

Terlepas dari segala masalah yang dialami tim ekspedisi, Brasil merasa terhormat mendapat kunjungan dari tokoh penting.

Roosevelt merupakan negarawan Amerika Utara pertama yang mengunjungi hutan Amazon. Oleh karena itu, pemerintah setempat ingin memberikan kesan terbaik dengan memperlihatkan hiburan otentik di Amazon.

Menurut laporan pakar ikan tropis, HR Axelrod, nelayan setempat mengisolasi Rio Aripuana, sungai di Brasil, dengan jaring sepanjang 90 meter atas perintah dari otoritas setempat.

Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya untuk memberi makan area pojokan sungai yang tak bisa dijangkau ratusan piranha sehingga membuat ikan-ikan itu sangat kelaparan.

Roosevelt dan kawanannya tidak tahu kebrutalan ikan piranha di Amazon telah dirancang sedemikian rupa. Mereka hanya diberi cerita bahwa tidak pernah ada yang memasuki sungai di sana lantaran penghuninya mengerikan.

Untuk membuktikan cerita tersebut, warga membawa seekor sapi tua dan mendorongnya ke sungai. Ratusan piranha dengan cepat menyerang sapi ini dan menciptakan riak di permukaan air yang kemudian dipenuhi darah.

Beberapa menit kemudian, hanya tinggal kerangka bersih dari sapi itu yang diangkat dari sungai. Peristiwa ini meninggalkan kesan mengerikan bagi Roosevelt.

“Mereka adalah ikan paling ganas di dunia. Bahkan ikan paling tangguh, hiu atau barakuda, biasanya menyerang hal-hal yang lebih kecil dari mereka sendiri. Tetapi, piranha biasa menyerang objek-objek yang jauh lebih besar dari ukuran mereka,” tulis Roosevelt dalam buku Through the Wilderness Brazil, sebagaimana dilansir dari IFL Science.

“Gigi bermata pisau cukur berbentuk seperti gigi hiu, dan otot rahang yang memiliki kekuatan besar. Kepala dengan moncongnya yang pendek, matanya menatap ganas, dan rahangnya menganga kejam, adalah perwujudan dari kebengisan iblis dan aksinya sama persis seperti penampakannya.”

Hampir semua tayangan ikan piranha di dalam film digambarkan sekeji itu. Jarang sekali muncul penjelasan lebih akurat bahwa sebetulnya piranha tidak brutal. Ikan ini bahkan cenderung melepaskan gigitannya terhadap manusia.

Sebuah penelitian ilmiah pada tahun 2003 memaparkan, sangat sedikit kasus manusia dimakan oleh piranha. Setidaknya, tiga di antara serangan piranha baru terjadi setelah orang meninggal karena sebab lain, seperti tenggelam atau gagal jantung.

Penelitian ini menegaskan bahwa sebagian besar piranha lebih suka makan ikan atau bangkai membusuk, ketimbang manusia yang masih hidup.

Karena langkanya dokumentasi, jarang diketahui jika serangan ikan piranha biasanya hanya terdiri dari satu gigitan. Bahkan dalam beberapa kasus, manusia malah bisa leluasa berenang di sungai yang dipenuhi piranha. [GP]

SHARE