Perjalanan Fantastis Sadio Mane menjadi Superstar - Male Indonesia
Perjalanan Fantastis Sadio Mane menjadi Superstar
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Nama Sadio Mane tengah mencuri perhatian. Walau gagal membawa Liverpool juara Liga Primer Inggris 2018/2019, ia sukses menggenapkan catatan golnya menjadi 22 gol.


Photo: wikimedia commons

Nyatanya, jalan panjang harus ditempuh pria asal Senegal itu untuk menjadi salah satu pemain penting di dunia saat ini. Kariernya tak didapat secara mudah dan ia harus bekerja keras sejak usia belia.

Dilarang bermain sepak bola
Memulai karier junior di Academie Generation Foot, Sedhiou, Senegal, Sadio Mane mendapat larangan dari sang ayah yang enggan melihat anaknya jadi pesepakbola profesional.

Tetap teguh dengan pilihannya, ia kemudian hijrah ke Prancis dan membela Metz, klub profesional pertamanya. Sempat tampil rutin bersama tim Ligue 2 tersebut, Mane harus rela melihat Metz degradasi di akhir musim saat mulai mendapat tempat di skuat utama.

 
 

Hijrah ke Austria
Dari Metz, ia hijrah ke Austria bersama Red Bull Salzburg dan mulai menunjukkan kualitasnya sebagai pemain. Dua setengah musim di sana, Mane mampu mencetak 29 gol, sebelum akhirnya menempuh spotlight yang lebih terang dengan pindah ke Premier League.

Bersama Salzburg sendiri, kapten timnas Senegal ini sukses menjuarai Piala Austria dan kompetisi liga domestik, sebelum akhirnya memaksa pihak klub demi memuluskan impiannya bergabung ke Southampton.

Bersinar Bersama Southampton
Pindah ke Southampton pada awal 2014/2015, Sadio Mane langsung mencuri perhatian. Ditebus seharga 11,8 juta Poundsterling, Mane dikontrak selama empat musim walau ia tak menyelesaikan kontrak tersebut.

Hanya dalam kurun waktu dua musim, jumlah golnya di liga selalu menembus dua digit, sampai dia membuat rekor hattrick tercepat pada 16 Mei 2015 kala membawa timnya menang 6-1 atas Aston Villa.

Puncak Karier di Liverpool
Puncak karier Mane terwujud ketika dirinya ditebus oleh tim papan atas, Liverpool. Di klub berjuluk The Reds itu, Mane menjadi sosok andalan di lini depan bersama dua penyerang yang kemudian datang setelahnya, Roberto Firmino dan Mohamed Salah.

Konsisten mencetak dua digit gol, ia lantas menjadi mesin gedor yang superior pada musim 2018/2019. Usai membawa Liverpool kembali lolos ke final Liga Champions, Mane menorehkan total 22 gol di Premier League. [GP]

SHARE