Traveler Milenial Cenderung ke Destinasi Sama - Male Indonesia
Traveler Milenial Cenderung ke Destinasi Sama
MALE ID | Relax

Sejatinya, ketika seseorang ingin pergi liburan, tentu akan menikmati destinasi yang baru. Hal ini selain untuk suasana baru, juga bisa menambah pengalaman dan kenikmatan liburan yang berbeda.

traveling milenial - male indonesia
Photo by Kevin Grieve on Unsplash

Tetapi, laman reservasi Hotels.com baru saja merilis sebuah hasil penelitian terhadap gaya traveling milenial. Penelitian yang dilakukan di Amerika Utara tersebut menunjukkan bahwa milenial cenderung memilih lokasi traveling yang pernah dikunjungi sebelumnya karena malas melakukan riset. 

Para traveler milenial rata-rata menghabiskan delapan jam riset untuk menyiapkan liburan mereka, tetapi sering kali mereka merasa bosan hanya dalam waktu 40 menit setelah riset dilakukan. Fenomena ini disebut sebagai net lag atau scroll fatigue. 

Situs web hotel itu juga mendapati bahwa satu dari delapan wisatawan menghabiskan lebih dari 15 jam untuk melakukan riset sebelum reservasi tiket pesawat, hotel, atau atraksi wisata. Sementara itu ada sekitar 22 persen milenial melakukan riset liburan ke 11 destinasi atau pilihan yang berbeda sebelum berlibur. 

Hal ini menjadi alasan mengapa riset kerap kali menimbulkan beban seperti stres bagi milenial setiap kali mereka hendak berlibur. 42 persen milenial mengungkapkan bahwa proses riset merupakan tekanan terbesar saat hendak berlibur. 

Stres yang muncul karena riset yang dilakukan jelang liburan bahkan membuat milenial memesan tanggal atau destinasi yang tidak tepat. Fenomena kesalahan tanggal atau destinasi tujuan itu bahkan dirasakan setidaknya oleh 33 persen traveler milenial. 

Untuk menghindari rasa bosan dan stres saat riset, maka lebih dari setengah traveler yang menjadi sampel survei, tepatnya 51 persen di antaranya cenderung melakukan reservasi ke tempat yang sudah mereka datangi sebelumnya. 

Sementara itu 40 lainnya membayar lebih, seperti menggunakan agen perjalanan untuk menghindari riset dan telah menerima itinerary 'sekali jadi'. Dengan waktu yang tidak cukup saat berada di rumah, maka empat dari 10 traveler milenial sering kali melakukan riset saat berada di tempat kerja.

Alhasil, ada 30 persen pekerjaan yang tertunda karenanya. Lebih dari sepertiga (38 persen) traveler milenial bahkan dengan senang hati membayar lebih sekitar USD 134 atau setara dengan  1,9 juta pada teman atau agen perjalanan agar tak lagi perlu meriset destinasi tujuan. *** (SS)

SHARE