Jarak Ideal Antara Makan dan Waktu Tidur - Male Indonesia
Jarak Ideal Antara Makan dan Waktu Tidur
Sopan Sopian | Sex & Health

Setelah makan, biasanya reaksi yang muncul salah satunya adalah rasa kantuk. Apalagi makan mejelang waktu tidur atau di malam hari. Namun sejak Anda kecil mungkin ada larangan bahwa sehabis makan jangan langsung tidur. Hal ini ternyata memang ada larangan secara medis.

makan - male Indonesia
Photo by Bùi Nam Phong from Pexels

Pasalnya, mengonsumsi makanan berat atau makanan ringan mejelang waktu tidur dapat membuat Anda lebih berisiko untuk mengalami berbagai masalah kesehatan. National Sleep Foundation merekomendasikan Anda untuk menunggu setidaknya 2-3 jam setelah makan untuk tidur. Mengapa diperlukan waktu begitu lama?

Membiasakan diri tidur setelah 2-3 jam dari makan terakhir membantu proses pencernaan lancar atau setidaknya membuat makanan yang dikonsumsi sampai ke usus. Hal ini mengurangi kemungkinan Anda mengalami gangguan pencernaan dan maag. Selain itu, membiasakan diri tidur setelah 2-3 jam dari makan dapat mencegah resiko stroke.

Cristina-Maria Kastorini, MSc, ahli gizi dari University of Ioannina di Yunani mengatakan jika seseorang langsung tidur setelah makan malam maka orang tersebut rentan mengalami refluks asam lambung. Saat tidur, refluks bisa memicu penyempitan saluran napas dan sleep apnea sehingga rentan mengalami henti napas saat tidur. 

Meski tidak memicu stroke secara langsung, berbagai penelitian membuktikan bahwa sleep apnea berhubungan dengan risiko kerusakan pembuluh darah di otak yang memicu stroke. Hal itu didukung juga oleh pernyataan ahli jantung dari Mayo Clinic, David Holmes, MD. 

 
 

Ia berpendapat bahwa langsung tidur setelah makan malam dapat meningkatkan risiko stroke. "Saat kita makan, kadar gula darah berubah, kolesterol berubah dan aliran darah juga berubah. Semua itu memengaruhi risiko stroke," ungkap Holmes seperti dikutip dari Web MD.

Tak hanya itu, kebiasaan makan menjelang waktu tidur juga bisa membuat Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini:

Insomnia
Kelaparan tengah malam memang bisa membuat sulit tidur. Namun, makan terlalu dekat dengan jam tidur juga dapat menyebabkan perut terlalu kenyang dan begah, sehingga dapat menyebabkan insomnia. 

Selain itu, masuknya makanan ke dalam lambung menjelang waktu tidur juga dapat menstimulasi keluarnya hormon insulin, yang mengirim “sinyal” kepada tubuh untuk bangun dan mencerna makanan. Alhasil, Anda akan menjadi lebih sulit tidur.

GERD
Seperti dijelaskan di atas, mengonsumsi makanan berat atau camilan terlalu dekat dengan jam tidur dapat menyebabkan refluks asam lambung. Keadaan tersebut adalah berbaliknya aliran asam lambung ke kerongkongan atau esofagus, yang dapat mengiritasi bagian tubuh tersebut dan menyebabkan gejala heartburn (rasa panas di dada), pahit di mulut, dan peradangan esofagus yang dikenal dengan nama GERD (Gastro-oesophageal reflux disease).

Kondisi tersebut disebabkan tekanan lambung yang tinggi akibat berisi penuh makanan, yang dibarengi dengan posisi tubuh berbaring saat tidur. Sehingga, aliran balik dari lambung ke kerongkongan lebih mudah terjadi.

Memang, kondisi tersebut tidak terjadi pada semua orang. Akan tetapi, pada orang-orang yang rentan, sejumlah makanan dan minuman tertentu dapat mencetuskan GERD, seperti minuman beralkohol, minuman yang mengandung kafein (kopi, teh, soda); bumbu seperti lada, bawang putih, dan bawang merah; cokelat, jeruk, lemon, dan tomat.

Dalam jangka pendek, GERD juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, sesak napas, panas di dada, dan mengganggu tidur. Apabila dibiarkan terus-menerus tanpa diobati, GERD dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan, menyebabkan gangguan makan hingga kanker esofagus. *** (SS)

SHARE