Generasi Terbaru Toyota Supra Siap Mengaspal - Male Indonesia
Generasi Terbaru Toyota Supra Siap Mengaspal
MALE ID | Sport & Hobby

Pihak Toyota Astra Motor (TAM) memastikan membawa Toyota Supra generasi terbaru ke tanah air. Buat penggemar kendaraan sport, bisa segera menyaksikan unitnya. Lalu kapan mobil ini dapat mulai dipesan?


Photo: Toyota.com

“Toyota Supra sudah banyak yang menanyakan. Detail harga dan sebagainya kami segera informasikan. Mudah-mudahan sesuai segmennya,” ujar Henry Tanoto, Vice President PT Toyota Astra Motor, seperti dilansir dari Oto.

Seperti yang diketahui, Toyota Supra generasi terbaru debut global saat Detroit Auto Show 2019. Model ini dikembangkan dari versi prototipe FT-1 Concept. Pengembangannya dilakukan bersama BMW untuk model roadster mereka, Z4. Versi BMW sudah dirilis lebih dulu di pameran Telkomsel IIMS 2019.

Pihak Toyota juga mengatakan bahwa momen peluncuran Toyota Supra terbaru dimulai di semester dua 2019. Namun perihal harga agaknya masih disimpan rapat, sebab proses pengirimannya terbilang baru bagi TAM.

“Ini pertama kalinya kami melakukan pengiriman dari Austria, impornya jauh. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan,” kata Anton Jimmy, Direktur Pemasaran PT TAM.

Sebagai catatan, baik Toyota Supra maupun BMW Z4 memang diproduksi di pabrik yang bukan milik keduanya, yaitu Magna Steyr AG & Co di Austria. Produsen berbasis pesanan kontraktual ini, memang mengkhususkan diri menjadi pengembang teknologi serta produsen mobil-mobil canggih.

Beberapa mobil yang diproduksi oleh Magna Steyr AG & Co antara lain Aston Martin Rapide, Audi TT, Jaguar I-Pace hingga Peugeot RCZ.

Yang menjadi pertanyaan besar tentunya dari sektor harga. Wajar saja, sebab di Benua Eropa, Toyota Supra sudah ludes dipesan, bahkan sebelum mobilnya meluncur. Pemesanan awal 2019 sudah ditutup kuota penjualan di 2020.

Penjualan via lelang pun membuat harga Supra baru jadi kian gelap. Ditambah regulasi impor Indonesia yang dibatasi kuota pengiriman kendaraan utuh ke tanah air.

“Kuota pastinya ada. Karena pemerintah sudah meminta agar impor dibatasi. Tapi kami rasa segmentasinya tak terlalu besar, dan jumlahnya terbatas sekali. Kalau demand terlalu besar, kami sedang memikirkan cara untuk membatasinya,” tutur Anton.

Toyota mengklaim, Supra generasi terbaru yang diboyong ke Indonesia tidak akan memakai mesin 2,0 liter seperti BMW Z4. Tentu ini bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat di kancah global Supra menggendong unit berkapasitas 3,0 liter. [GP]

SHARE