Konsumsi Suplemen Herbal Memicu Darah Tinggi? - Male Indonesia
Konsumsi Suplemen Herbal Memicu Darah Tinggi?
MALE ID | Sex & Health

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen herbal untuk membantu kesehatan tubuh serta kehidupan seksual Anda. Sebab, boleh jadi bukannya gairah yang melonjak, tekanan darah justru meningkat secara tajam.

Photo: MaxPixel

Laporan yang dimuat di The Journal of Emergency Medicine mengungkapkan, bahwa seorang pria merasakan sakit kepala ringan, kecemasan, dan sensasi tidak biasa di dadanya. Itu terjadi saat dia tengah memindahkan perabotan kantornya.

Sebagaimana dilansir dari Live Science, pemeriksaan tekanan darah menunjukkan hingga di angka 280/160 mm Hg usai dirinya mengonsumsi suplemen herbal. Kondisi tersebut jelas membutuhkan perawatan medis dengan cepat.

Ketika dibawa ke ruang gawat darurat, pria itu diberikan dua obat terpisah. Namun, tidak ada satupun yang berhasil. Tensinya hanya turun sampai di angka 210/125 mm Hg.

Senyawa Pemicu Tekanan Darah Tinggi
Pasien mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengonsumsi tembakau, kafein, stimula, atau narkoba. Kendati demikian, dia mengakui telah meminum suplemen herbal untuk meningkatkan energi seksualnya.

Dokter menemukan bahwa suplemen itu diklaim mampu membantu kesehatan seksual pria dengan meningkatkan aliran darah.

Belakangan diketahui, suplemen ini mengandung yohimbine. Senyawa tersebut biasanya ditemukan di kulit pohon pausnytalia yohimbe yang tumbuh di Afrika Barat. Meski banyak dipasarkan dan dikembangkan untuk obat resep mengatasi disfungsi ereksi, senyawa ini tidak terlalu disukai oleh para dokter.

Efek Samping yang Sangat Berbahaya
Para penulis di National Center for Complementary and Integrative Health melaporkan, bahwa selain meningkatkan tekanan darah, yohimbine bisa menimbulkan efek samping seperti detak jantung yang semakin cepat, kecemasan, masalah perut, serangan jantung dan kejang.

Penulis menyatakan, senyawa itu erat kaitannya dengan tekanan darah tinggi yang resisten terhadap pengobatan atau hipertensi refraktori.

Setelah mendapatkan pengobatan agresif dengan obat nitroprusside, tekanan darah pasien berangsur-angsur menurun. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kegagalan organ pada tubuhnya.

Ketika meninggalkan rumah sakit, tensinya sudah di angka 157/76 mm Hg. Dokter juga meminta agar sang pria tidak lagi mengonsumsi produk dengan kandungan yohimbine serta memberinya obat penurun hipertensi atau tekanan darah tinggi. [GP]

SHARE