Jaga Akun Youtube Agar Tak Jadi Sasaran Peretas - Male Indonesia
Jaga Akun Youtube Agar Tak Jadi Sasaran Peretas
Gading Perkasa | Digital Life

Akun Youtube kini menjadi sasaran peretasan lewat metode phishing. Hal itu cukup banyak terjadi, terutama pada akun yang sudah memiliki lebih dari 1.000 subscriber.


Photo: Picryl

Seperti dilansir dari keterangan resmi Kaspersky Lab, rupanya mereka yang memiliki channel atau akun Youtube dengan lebih dari 1.000 subscriber bisa saja mendapatkan pesan dengan bunyi, “Kami mengevaluasi permintaan untuk memonetisasi saluran Youtube Anda.” Sayangnya, pesan ini kemungkinan besar adalah notifikasi palsu.

Sebelumnya, phisher (pelaku phishing) menargetkan akun Instagram dan Twitter. Kini pengguna Youtube juga tak luput dari sasaran.

Kaspersky dalam keterangannya menyebut, sudah lebih dari setahun sejak Youtube memperketat peraturan tentang persyaratan yang harus dipenuhi untuk memonetisasi video.

 
 

Kini, saluran yang didukung oleh iklan harus memenuhi beberapa kriteria agar dapat dimonetisasi. Misalnya mempunyai 1.000 subscriber dan 4.000 jam keseluruhan waktu tonton dalam 12 bulan terakhir.

Oleh karena itu, sebagian pengguna Youtube menganggap pemberitahuan mengenai ulasan akun secara menyeluruh adalah asli. Faktanya, para penipu mengirim pesan palsu yang berpura-pura sebagai pihak Youtube.

Pesan tersebut berbunyi, “Tim kami telah meninjau saluran Anda. Kami mendeteksi lebih dari satu pelanggaran dalam proses peninjauan akun Anda.”

Oleh karena itu, para penipu akan meminta pengguna untuk mengisi data dan mengirimnya kembali melalui email. Informasi yang diminta para penipu ini mencakup URL channel dan kata sandi.

Menurut penuturan seorang youtuber yang terkena dampak, pemberitahuan palsu masuk ke email publik mereka, bukan alamat yang dipakai untuk mentautkan ke saluran berbeda (jika emailnya berbeda). Setelah para phisher mendapatkan data, mereka akan mengambil alih akun Youtube milik pengguna.

Dengan mengambil alih akun pengguna, pelaku phishing bisa melakukan penipuan kepada para pengikut dengan menjalankan iklan phishing atas nama pengguna yang menjadi korban. Misalnya mempromosikan hadiah palsu, mengumumkan kontes berhadiah, dan beberapa skenario lainnya.

Pengguna Youtube harus selalu ingat, bahwa Youtube tidak pernah meminta kata sandi lewat email. Kemudian, Anda disarankan untuk memperhatikan keseluruhan pesan dengan seksama sebelum bereaksi terhadap email yang dikirimkan. Terutama jika Anda tak yakin siapa pengirimnya.

Lalu, Anda juga diminta mengaktifkan otentikasi dua faktor. Google menawarkan opsi ini di semua aplikasi layanannya, termasuk Youtube. [GP]

SHARE