Kondisi Rambut Anda Bisa Dipengaruhi Kualitas Air - Male Indonesia
Kondisi Rambut Anda Bisa Dipengaruhi Kualitas Air
Sopan Sopian | Looks

Sebagian orang yang sering bepergian atau pindah tempat tinggal pasti pernah mengalami hal ini, seperti kulit bersisik atau rambut kasar. Seringkali sampo atau sabun yang menjadi kambing hitam atas masalah itu.

Rambut - male Indonesia
Photo by SAMANTA SANTY on Unsplash

Padahal ternyata kandungan dan kualitas air menjadi salah satu pengaruh terjadinya hal-hal tersebut. Air yang baik seharusnya mengandung setidaknya enam mineral penting, seperti fluoride, natrium, kalsium, magnesium, zat silica dan zinc.

Air berkualitas akan memberikan manfaat tidak hanya bagi tubuh tapi juga rambut. Danielle Lint, ahli pewarnaan rambut menuturkan, dalam beberapa kasus, kata Lint, air juga bisa membuat rambut yang bewarna pirang berubah menjadi jingga hingga kehijauan. "Itu juga bisa membuat rambut Anda tampak rusak atau sangat kering," kata dia seperti dikutip dari InStyle.

Di sisi lain, Dr.Dewi Anggreani Indra, M.Biomed mengungkapkan, umumnya masyarakat tidak mengetahui apa saja kandungan air yang ada di rumah. "Di Indonesia, permasalahan air cukup besar, kadar air terlalu banyak tercepar polusi. Orang berpikir yang penting mandi, keramas pakai sampo. Padahal kalau air enggak bersih itu sama saja," katanya.

Pencemaran yang dimaksud olehnya adalah tidak jelasnya sumber air yang digunakan sehari-hari dan kurangnya kepedulian masyarakat akan air berkualitas. Manfaat air berkualitas bagi kesehatan rambut juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

 
 

"Untuk kelembapan kulit, anti aging kulit (karena air memberi kelembaban tinggi bagi manusia, kalau kurang minum kulit kering dan keriput), mengatasi permasalahan kulit, mengurangi stres (contoh seperti berendam di air hangat untuk relaksasi), membersihkan dan membilas rambut (kalau rambut tidak bersih akan sebabkan rambut kering, pecah-pecah)," ujar Dewi.
 
Masalahnya, masyarakat Indonesia terbiasa berpikir air untuk mandi yang penting terlihat bersih, tanpa tahu sumbernya dari mana, atau apa kandungan dalam air tidak akan berakibat buruk pada tubuh, karena meskipun terlihat bersih, dalam air tersebut terdapat zat-zat mikroba, bakteri, parasit, yang tidak akan terlihat jika tidak dilihat dengan menggunakan mikroskop.

"Orang prinsipnya semakin dalam digali air lebih bersih, memang air di permukaan lebih banyak kesempatan tercemar, tapi semakin dalam menggali bukan berarti dapat air bersih, tergantung setiap area. Kedalaman saat menggali juga tidak jadi patokan, patokannya saat menggali, menemukan air, lakukan tes lab. Apakah kadar air cukup untuk kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk mandi dan minum," kata Dewi

Dewi menambahkan, masalah rambut kusut, seringkali menyalahkan sampo, meski benar, namun tidak sepenuhnya hal tersebut menjadi penyebab, karena air yang digunakan saat keramas juga turut andil membuat rambut mudah kusut.

"Rambut kusut, bisa karena sudah kusut, sampo salah, tapi air lebih penting lagi. Sudah pakai kondisioner, pelembab tapi rambut masih kusut, maka kita cari tahu apakah konsumsi airnya kurang sehingga supply tidak cukup, rambut jadi kering, habis renang kandungan kaporit tinggi, rambut jadi kusut. Tapi sumber air enggak bagus, rambut lebih kusut atau ngembang," jelasnya.

Untuk itu, yang perlu diperhatikan adalah, "Air tidak berasa, tidak berbau, tidak ada warna, kalau mau aman tes. Untuk kulit sensitif lebih concern, lebih hati-hati," jelasnya. *** (SS)

SHARE