Esports, Berawal dari Kompetisi Sederhana - Male Indonesia
Esports, Berawal dari Kompetisi Sederhana
MALE ID | Sport & Hobby

Fenomena esport belakangan ini bisa dibilang sedang naik daun. Berbagai pengembang game seakan tak mau kalah. Mereka menggunakan esport sebagai salah satu sarana menjual lebih banyak produk buatan mereka.


Foto von Jamie McInall von Pexels

Namun tahukah Anda, bahwa tadinya esport tidak megah seperti sekarang? Tak ada kompetisi digelar di stadion dengan layar besar, atau hadiah miliaran dolar Amerika. Lalu, dari mana esport berasal?

Berawal dari Kompetisi Sederhana
Melansir Dote Sports, pertama kali budaya esport berkembang adalah dari kompetisi game. Menariknya, kompetisi ini sudah eksis sejak lama, tepatnya pada tahun 1972, di mana komputer masih amat jarang, tak ada internet atau judul video game.

Kala itu kompetisi diadakan di Universitas Stanford. Para mahasiswa diundang ke sebuah kompetisi yang dinamai “Intergalactic Spacewar Olympic”.

Apa hadiahnya? Kompetisi yang dikenal sebagai kompetisi esport pertama tersebut hanya berhadiah satu tahun langganan majalah Rolling Stone.

Setelahnya, satu per satu kompetisi game lain bermunculan. Tahun 1980, Atari menggelar kompetisi “Space Invader” dengan 10.000 peserta, terbesar di masanya. Bahkan, di saat itu juga, kompetisi game terbilang menjadi fenomena, dan diangkat oleh majalah ternama Amerika Serikat, Life dan Time.

Memasuki Kompetisi Online Era 90-an
Masuk ke era 90-an, teknologi internet mulai merebak di Amerika Serikat. Alhasil, kompetisi game pun berkembang menjadi kompetisi online, beserta organisasi yang punya visi untuk menjadikan game menjadi sebuah industri esport.

Beberapa kompetisi besar di tahun 90-an salah satunya “Nintendo World Championship” yang digelar di Amerika Serikat. Lalu Nintendo melanjutkan kompetisi tersebut di tahun 1994 dengan acara “Nintendo PowerFest” dan berbagai kompetisi lain.

Di tahun itu juga muncul organisasi untuk mengatur liga esport seperti Cyberathelee Professional League, QuakeCon, dan Professional Gamers League. Game yang dipertandingkan mulai beragam, seperti Quake, Counter Strike, dan Warcraft.

Memasuki tahun 2000-an, perkembangan esport kian pesat. Salah satu negara yang tampak sangat menerima budaya ini adalah Korea Selatan. Di Negeri Ginseng itu, game yang terkenal yaitu Starcraft, sampai-sampai para pemainnya dipuja, layaknya tokoh ternama.

Kompetisi dan organisasi esport besar pun tercipta, seperti World Cyber Games, Intel Extreme Masters, Major League Gaming.

Fenomena menonton orang bermain game pun turut berkembang pada masa ini. Penyedia layanan streaming seperti Twitch dan Youtube semakin mendorong masyarakat untuk menonton pertandingan esport.

Kompetisi Dota 2, League of Legends, Arena of Valor, Mobile Legends, adalah beberapa nama yang dikelola sangat profesional dan digandrungi oleh kalangan milenial saat ini. [GP]

SHARE