Penasaran, Kenapa Keyboard Tak Sesuai Huruf Abjad? - Male Indonesia
Penasaran, Kenapa Keyboard Tak Sesuai Huruf Abjad?
Gading Perkasa | Digital Life

Bagi pengguna PC atau juga perangkat mobile yang menggunakan keyboard, pasti mengetahui sederet tuts untuk menuliskan sesuatu. Kira-kira, bagaimana sejarah keyboard QWERTY dipatenkan?


Photo: Pixabay

Keyboard adalah sederet tuts dengan huruf-huruf acak yang awalnya diciptakan oleh seorang politikus sekaligus inventor amatir asal Milwaukee bernama Christopher Latham Sholes pada tahun 1868.

Awalnya, keyboard yang dibuat oleh Sholes masih belum seperti keyboard seperti sekarang. Bahkan urutan hurufnya juga berbeda.

Namun, pada awal pemakaian keyboard, Sholes justru merasa bingung sendiri karena selalu mengalami kesalahan dalam penulisan atau pengetikan.

Hal itu dikarenakan letak antara tuts satu dan lainnya sangat berdekatan, sehingga ketika satu tombol ditekan, tombol lain terkadang akan ikut naik.

Akhirnya, Sholes membongkar kembali penemuannya tersebut dan mengacak-acak letak hurufnya. Ditemukanlah susunan kombinasi huruf yang seperti sekarang ini.

Setelah diperbaiki mulai dari teknik gerak sampai deretan tiap tuts, akhirnya pada tahun 1874, QWERTY keyboard mulai digunakan secara umum. Perangkat pertama yang menggunakan QWERTY keyboard adalah mesin ketik buatan E Reminton.

Pada tahun 1878, Sholes mempatenkan penemuannya tersebut sekaligus tata letak setiap tuts atau slug yang ada di QWERTY keyboard.

Melansir dari Smithsonianmag, pada tahun 1900, mesin ketik buatan Remington yang menggunakan QWERTY keyboard diproduksi. Kesuksesan penemuan ini semakin mencapai puncaknya ketika Remington, Caligraph, Yost, Densmore dan Smith-Premier merger menjadi satu perusahaan besar bernama Union Typewriter Company.

Uniknya, setelah QWERTY keyboard diadopsi dan digunakan sampai sekarang, nama Sholes justru tenggelam di balik bayang-bayang Remington.

Pada tahun 1932, seorang profesor bernama August Dvorak mendapatkan dana dari Carnegie Foundation untuk menciptakan keyboard yang lebih canggih daripada buatan Sholes.

Dvorak akhirnya berhasil menciptakan saingan QWERTY keyboard dengan menyusun huruf vokal dalam satu baris sejajar. Walaupun dalam pengujian menggunakan ASK (American Simplified Keyboard) buatan Dvorak lebih efisien, QWERTY keyboard tetap paling diminati.

Saat ini, baik untuk PC, laptop sampai perangkat mobile, QWERTY keyboard masih tetap mendominasi dan susunannya juga tak berubah dari waktu ke waktu. [GP]

SHARE