Perjalanan Pahit Penyanyi Hip Hop 50 Cent - Male Indonesia
Perjalanan Pahit Penyanyi Hip Hop 50 Cent
Sopan Sopian | News

Curtis James Jackson III alias 50 Cent terkenal sejak merilis album "Get Rich or Die Tryin" (2003). Bahkan ia disebut majalah Forbes sebagai penyanyi hip hop paling kaya. Namun sebelumnya, rapper yang akrab disapa Fifty itu menjalani masa kecil yang suram. 


Photo: Top Streetwear/Flickr

Harian The Guardian menyebutkan, 50 Cent memiliki utang hingga USD36 juta atau setara setengah triliun rupiah. Pada saat yang bersamaan harta kekayaan pelantun lagu Candy Shop yang menurut Fobres mencapai USD155 juta atau setara Rp2,1 triliun itu terus menerus tergerus karena langkah bisnis yang salah.

Pada Juli 2015 penggemar musik hip hop kaget bukan kepalang ketika 50 Cent mengajukan permohonan bangkrut kepada pengadilan setempat. Hutang yang ia alami pun terdengar The New York Times yang membuat berita dengan judul besar “50 Cent Hanya Punya 50 Cent”. 

Akan tetapi, tidak punya uang sebenarnya bukan hal baru buat 50 Cent. Sejak kecil, dia sudah menjalani kehidupan yang keras karena terlahir dari seorang ibu yang bekerja sebagai bandar narkoba. 

50 Cent melihat betapa keluarganya menajalani kehidupan yang keras. Bahkan, di usianya yang masih belia (8 th), 50 Cent harus menerima kenyataan. Di mana ibunya meninggal. dan ayahnya pergi hingga 50 Cent diasuh sang nenek.

50 Cent pun measa fustrasi. Saat-saat itulah ia juga menempuh jalan yang pernah ditempuh ibunya. Pada usia 12 tahun, ia mengonsumsi narkoba. “Sembilan kali saya kena tembak selama berada di jalan. Beruntung saya akhirnya meninggalkan jalan itu,” ucap 50 Cent.

Penjaralah yang membuat 50 Cent mau tidak mau meninggalkan jalan itu. Di usia yang masih kecil, ia harus menjalani hukuman selama 3 tahun di penjara anak-anak. Berkat sikapnya yang baik, pemerintah Amerika akhirnya menahan 50 Cent hanya selama 6 bulan. Selepas penjara, 50 Cent enggan untuk kembali berurusan dengan narkoba.

“Saya ingat wajah nenek saya saat saya ditahan. Dia yang membesarkan saya dan dia terlihat begitu sedih melihat saya mengecewakannya,” kenang 50 Cent. Akhirnya 50 Cent mencoba mengejar impiannya menjadi petinju sebelum akhirnya beralih ke dunia musik rap.

 
 

Awal karir musik 50 Cent terjadi ketika seorang teman mengenalkannya pada rapper legendaris Jam Master Jay (tewas ditembak di 2002), pertengahan tahun 90an. Rapper yang bergabung di grup rap Run DMC tersebut sempat mengajarkan pada 50 Cent tentang cara menggarap lagu-lagu rap. 

Columbia Records kemudian mengajaknya ke studio rekaman di New York untuk menggarap puluhan lagu. Popularitas 50 Cent dimulai setelah ia menulis single "How to Rob" (1999). Lagu itu menceritakan tentang seseorang yang ingin merampok artis.

Lagu "How to Rob" menarik perhatian Jay-Z yang langsung menyindirnya seharga 50 sen saat manggung di Summerjam. Sementara itu, Nas menanggapi dengan positif. Ia menawari 50 Cent untuk ikut tur album "Nastradamus".

50 Cent pun awalnya akan merilis resmi "How to Rob" dan "Thug Love" featuring Destiny's Child untuk album "Power of the Dollar". Sayangnya 50 Cent mengalami insiden penembakan hingga membuat ia didepak dari Columbia Record. Album yang dijadwalkan 4 Juli 2000 itu akhirnya gagal dirilis.

Dibalik kehidupannya yang kontroversial, bakat Fifty tetap diakui para rapper. Salah satunya yakni Eminem yang langsung tertarik dan memperkenalkan 50 Cent pada Dr. Dre. Ia dikontrak USD 1 Juta (Rp 10 miliar) dan merilis album resmi pertama. "Get Rich or Die Tryin" (2003). 

Album dengan single andalan "In da Club" dan "21 Questions" ini meraih peringkat 1 di Billboard dan terjual 872 ribu copy, empat hari sejak rilis. Ia juga memenangkan diantaranya 6 piala Billboard Music Awards 2003, 2 penghargaan BET Awards 2003 dan 2 piala American Music Awards 2003 untuk kategori Favorite Rap/Hip-Hop Male Artist serta Favorite Rap/Hip-Hop Album.

Karya Fifty lainnya yang menuai sukses yakni "The Massacre" (2005), "Curtis" (2007) dan "Before I Self Destruct" (2009). 50 Cent kian melejit lewat sejumlah single hits seperti "Candy Shop", "Disco Inferno", "How We Do" dan "Outlaw".

Dunia akting juga memberi peluang 50 Cent berkolaborasi dengan aktor senior. Di film "Righteous Kill", 50 Cent beradu akting dengan dua aktor senior, Al Pacino dan Robert DeNiro.

Namun filmnya yang paling menuai sorotan yakni "Things Fall Apart". Dalam film tersebut, 50 Cent sukses menurunkan berat dari 97 kg menjadi 72 kg demi perannya sebagai pemain football sekaligus penderita kanker. Totalitas 50 Cent sebagai aktor menuai pujian dari banyak pihak.

Rapper serba bisa ini juga membuktikan kemampuannya di dunia bisnis. November 2003, 50 Cent bekerjasama dengan Reebok untuk line G-Unit Sneakers. Ayah dari Marquise Jackson ini sempat pula dinobatkan oleh Forbes sebagai rapper terkaya kedua setelah Jay-Z di 2007.  *** (SS)

SHARE