Demi Musik, Rapper Travis Scott Rela Drop Out - Male Indonesia
Demi Musik, Rapper Travis Scott Rela Drop Out
Sopan Sopian | News

Pria bernama lengkap Jacques Bermon Webster II ini lahir pada 30 April 1991, namun dia dikenal secara profesional sebagai Travis Scott. Karya-karyanya begitu inspiratif.


Photo: Eurofan88/wikipedia

Travis Scott lahir di Houston, Texas, Amerika Serikat, tapi tumbuh di Missouri City, daerah pinggiran kota kelas menengah yang berbatasan dengan Houston barat daya. “Saya merasa Houston adalah salah satu hal utama dalam budaya musik. Semua orang menyukai budaya Houston,” ujar Travis, seperti dilansir People.

Sewaktu masih kecil, pria yang akrab disapa Travis ini tinggal bersama neneknya, tetapi kemudian pindah ke pinggiran kota, tempat ayahnya menjalankan bisnisnya sendiri. Travis menempuh pendidikan di Elkins High School dan lulus pada usia tujuh belas. 

Atas dorongan orang tuanya, Travis kuliah di University of Texas San Antonio. Namun, menginjak tahun kedua kuliah dia memilih drop out untuk mengejar karier musiknya. “Setiap orang hanya memiliki langkah berbeda dalam hidup yang mereka ambil untuk melakukan apa yang seharusnya,” ujar Travis. 

Setelah keluar dari universitas, dia pindah ke New York dalam upaya untuk memulai karier musiknya. Orang tuanya kecewa karena dia tidak menyelesaikan kuliah. 

“Akhirnya orang tua saya melakukan pemotongan finansial. Saya pun harus tidur di sofa asrama teman saya selama beberapa bulan,” ujar Travis. 

 
 

Di New York, Travis mulai bekerja dengan Mike Waxx, yang memiliki situs musik Illroots dan sebagian besar waktunya di studio Just Blaze. Tak mendapat hasil kerja yang memuaskan di New York, Travis pindah ke Los Angeles, California. 

Di Los Angeles, Travis berkenalan dengan TI Rapper yang berbasis di Atlanta. Pemilik Grand Hustle Records ini mendengar salah satu lagu ciptaan Travis berjudul Lights (Love Sick). Berkat bantuan TI, proyek debut album Travis pun dimulai. 

Travis menciptakan mixtape berjudul Owl Pharaoh, yang dirilis secara gratis pada 2012. Proyek ini kemudian diciptakan ulang oleh Kanye West dan Mike Dean. Dalam promosi, Travis merilis lagu Blocka La Flame, sebuah remix dari single sesama label GOOD Music, Pusha T, dan Blocka. “Lagu ini diproduksi oleh Young Chop, dengan produksi tambahan oleh saya sendiri, bersama Mike Dean,” ucap Travis. 

Pada 2012 Travis menandatangani kontrak label besar pertamanya dengan Epic Records. Pada November di tahun yang sama, dia menandatangani perjanjian dengan GOOD Music milik Kanye West, sebagai bagian dari sayap produksinya, GOOD Beats, setelah muncul di album kompilasi label tahun 2012 “Cruel Summer”. 

Pada April tahun berikutnya, Travis menandatangani kontrak rekaman dengan Grand Hustle milik TI. Sukses dengan Owl Pharaoh, Travis meluncurkan mixtape kedua, berjudul Days Before Rodeo, pada Agustus 2014. 

Album studio debutnya, “Rodeo”, dirilis pada September 2015 dan dipimpin oleh hit single Antidote. Single ini berhasil mencapai 20 teratas dari grafik Billboard Hot 100 AS. Album ini bahkan menempati posisi nomor satu di tangga lagu Billboard Rap Albums . 

Album keduanya, “Birds in the Trap Sing McKnight”, dirilis pada September 2016. Album ini mendapat ulasan positif dari para kritikus musik. “Tahun berikutnya saya merilis album kolaborasi dengan Quavotitle Huncho Jack, Jack Huncho dengan nama grup Huncho Jack,” tutur Travis. 

Setelahnya, Travis mencapai puncak kariernya berkat album ketiganya, “Astroworld”, yang rilis awal Agustus kemarin. Album ini langsung masuk nominasi ajang Grammy 2019 untuk kategori album rap terbaik. 

Sicko Mode, salah satu lagu di “Astroworld” juga diganjar nominasi Grammy untuk lagu rap terbaik dan pertunjukan rap terbaik. Sebelum pengumuman Grammy , “Astroworld” mampir di puncak tangga lagu Billboard selama 2 pekan usai rilis. 

Tiket rangkaian tur Travis juga laris manis. Hingga Maret 2019, serangkaian jadwal tur menanti rapper berbakat ini di Amerika. Ini jadi prestasi tertinggi dalam karier Travis. Ia telah memprediksi kesuksesannya sendiri. 

“Mungkin ini musik terbaik yang pernah saya buat. Saya punya dua lagu dalam album yang sungguh paling baik,” ucap Travis. Dalam karier bermusiknya, Travis telah menyatakan dipengaruhi oleh karya musik dari Bon Iver, Kid Cudi, MIA, Kanye West, Toro y Moi, Tame Impala, TI, dan Thom Yorke. 

Meski terispirasi dari banyak musisi, Travis tetap memiliki ciri khas tersendiri. Dia banyak menggunakan efek manipulasi audio seperti auto-tune, penahapan, penundaan, struktur paduan suara, dan harmoni yang terpahat stereo, yang sebagian besar dipengaruhi produser Mike Dean dan Alex Tumay. “Gaya musik saya campuran antara hip-hop tradisional dan lo-fi,” jelas Travis. *** (SS)

SHARE