Antisipasi Kematian Dini dengan Aktivitas Santai - Male Indonesia
Antisipasi Kematian Dini dengan Aktivitas Santai
Sopan Sopian | Sex & Health

Para ilmuwan telah menemukan aktivitas sederhana yang dipercaya bisa mengurangi risiko kematian secara signifikan. Kegiatan-kegiatan yang ringan ini bisa menjadi kabar baik bagi siapa saja yang selalu malas bergerak atau enggan terlalu lama duduk. 

refreshing - male indonesia
Photo by Ali Yahya on Unsplash

Kini saatnya, Anda mengubah kebiasaan Anda duduk terlalu lama dengan lebih banyak bergerak. Artinya, duduk lebih lama bukan berarti terhitung saat bekerja. Saat Anda santai di depa televisi atau santai-santi di rumah pun menjadi salah satu duduk lama.

Penelitian terbaru menunjukkan lebih sedikit duduk dan lebih banyak bergerak membuat panjang umur. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Epidemiology menemukan bahwa mengganti 30 menit waktu duduk atau tidak bergerak dengan 30 menit aktivitas fisik intensitas ringan dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah sebesar 17 persen. 

Bahkan, jika waktu 30 menit itu digantikan dengan olahraga intensitas sedang hingga berat, risiko kematian dini lebih rendah sebesar 35 persen. Artinya, jika lebih sedikit duduk dan lebih banyak bergerak, Anda akan lebih panjang umur.

"Jika Anda mengganti waktu duduk 30 menit dengan aktivitas fisik intensitas sedang seperti jalan santai di lorong, dapat menurunkan risiko (penyakit) Anda," kata peneliti Keith Diaz yang merupakan profesor di Columbia University Medical Center, dalam laman CNN.

Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis data dari 7.999 orang yang berusia 45 tahun atau lebih. Aktivitas mereka dilacak dari tahun 2009 hingga 2013. Peneliti lalu menganalisis data itu jika waktu duduk atau diam diganti dengan aktivitas fisik.

 
 

Peneliti mendapati bahwa mengganti waktu duduk dengan dengan bergerak atau bahkan olahraga memberikan manfaat untuk kesehatan. Namun, hasil itu tidak berlaku jika hanya mengurangi waktu duduk menjadi lebih sedikit. Manfaat baru akan terasa jika waktu duduk itu diganti dengan bergerak.

"Kami masuk lebih dalam ke data untuk mencoba memahami: mengapa orang yang melakukan gerakan setiap 30 menit memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Itu karena mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk bergerak," ucap Diaz. Diaz berharap temuan ini dapat membuat orang lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari.

Aktivitas Ringan
Para ilmuwan telah menemukan aktivitas sederhana yang dipercaya bisa mengurangi risiko kematian secara signifikan. Kegiatan-kegiatan yang ringan ini bisa menjadi kabar baik bagi siapa saja yang selalu malas bergerak atau terlalu  lama duduk. Aktivitas ini adalah berjalan atau berkebun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine pada 2018 menunjukkan aktivitas santai tersebut dapat mengurangi risiko kematian hingga 18 persen. Anda hanya harus melakukannya rutin setiap pekan minimal selama 10 menit.

Para penulis penelitian sampai pada kesimpulan itu setelah membandingkan kondisi kesehatan lebih dari 88 ribu orang. Mereka dibandingkan dengan fokus pada rutinitas harian seperti kebiasaan olahraga, indeks massa tubuh, dan perilaku pribadi lainnya.

Seperti dilansir Inverse, peneliti menemukan orang-orang yang melakukan olahraga santai di setiap pekan berdampak pada penurunan kemungkinan kematian mereka secara signifikan. Bagi mereka yang berolahraga lebih lama, misalnya 150 menit aktivitas santai dalam sepekan, terbukti mengurangi kemungkinan kematian hingga 31 persen.

Sekali lagi, ini adalah latihan santai dan bukan tentang menghabiskan 30 menit sehari di gym. Rutinitas tersebut hanya menghabiskan waktu 30 menit berkebun atau berjalan dalam sepekan. *** (SS)

SHARE