Deretan Produk Google yang Gagal di Pasaran - Male Indonesia
Deretan Produk Google yang Gagal di Pasaran
Sopan Sopian | Digital Life

Siapa yang tidak mengenal Google? Hampir semua pengguna internet di dunia pasti mengenalnya. Sebagai salah satu raksasa perusahaan teknologi saat ini, Google telah banyak menelurkan berbagai platform yang beberapa dari platform tersebut mungkin tidak pernah lepas dari keseharian Anda. Seperti Gmail, Maps, atau Youtube misalnya.


Gambar oleh Denys Vitali dari Pixabay

Namun, ternyata Google juga pernah beberapa kali meluncurkan produk yang akhirnya gagal tumbuh dan bersaing di pasaran. Berikut ini adalah deretan produk gagal milik Google yang akhirnya ditutup.

Google Answers
Ide awal munculnya layanan Google Answers berasal dari pendiri Google, Larry Page, beserta tim kecilnya yang terdiri dari empat orang. Google Anwers merupakan cikal bakal Google Search yang telah menjadi raksasa mesin pencarian internet terkini. Google Anwers bertahan selama lebih dari empat tahun tetapi berhenti menerima pertanyaan sejak tahun 2006.

Google Glass edisi pertama
Google pertama kali meluncurkan produk kacamata pintarnya, Google Glass, pada tahun 2012. Tetapi, perangkat itu tidak pernah sampai diproduksi massal. Edisi pertama Google Glass mengalami sejumlah masalah, seperti privasi, desain yang kuno, kegagalan software dan harganya yang cukup tinggi.

Google mengakhiri penjualan Glass untuk konsumen pada Januari 2015, tetapi mereka terus menjual perangkat ini ke bisnis dan terus mengerjakan Google Glass versi baru.

 
 

Google Lively 
Lively adalah dunia virtual yang dikembangkan Google. Layanan ini hadir untuk membantu pengguna yang ingin berinteraksi dengan orang lain dan mengekspresikan dirinya secara berbeda di dunia maya. Namun, platform ini gagal menarik pengguna. Google Lively hanya berumur beberapa bulan setelah diluncurkan pada 2008.

Google Video 
Sebelum membeli YouTube, Google sebenarnya sempat memiliki layanan video streaming sendiri bernama Google Video. Namun, pada tahun 2009, layanan ini berhenti menerima unggahan baru.

Google Buzz 
Layanan ini dimaksudkan sebagai media sosial yang menjadi cikal bakal Google+. Saat rilis, layanan ini diintegrasikan dengan Gmail, tapi memiliki masalah privasi yang sulit diselesaikan. Akhirnya, pada Oktober 2011, perusahaan mengumumkan layanan Google Buzz dihentikan untuk selamanya.

Google Notebook
Sebelum adanya layanan Google Docs, terlebih dahulu hadir Google Notebook yang merupakan tempat untuk menulis dokumen yang dapat dibagikan atau dipublikasikan. Google menghentikan pengembangan Notebook pada tahun 2009 dan secara resmi mematikannya pada Juli 2012. Setelahnya, Google fokus untuk mengembangkan Google Docs.

Google Wave
Layanan Google Wave hampir mirip dengan Hangout milik Google yang memungkinkan penggunanya saling mengirim pesan dan bahkan mengedit dokumen. Tetapi masa hidup Google Wave tidak berlangsung lama, akibat penggunaannya yang membingungkan. Google Wave hanya mampu bertahan sekitar satu tahun sebelum ditutup pada Agustus 2010. *** (SS)

SHARE