Jalani Gaya Hidup Sehat Lewat Alunan Musik - Male Indonesia
Jalani Gaya Hidup Sehat Lewat Alunan Musik
Sopan Sopian | Sex & Health

Sehat itu mahal. Slogan ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan bagi setiap orang. Selain berolahraga, cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan dengan mendengarkan musik.

Photo by Miguelangel Miquelena on Unsplash

Banyak efek positif mendengarkan musik bagi tubuh, baik secara fisik maupun mental. Musik telah lama dikenal sebagai alat terapi yang hebat. Harmoni musik yang setara dengan irama internal tubuh, akan memicu hormon “baik” pada tubuh Anda dan memberikan rasa rileks, nyaman, tenang dan bahagia.

Terapi gelombang vibrasi suara mampu mempengaruhi irama internal tubuh hingga menjadi seimbang kembali (vibrasi normal dan sehat).

Ritme musik cepat membuat irama tubuh Anda bekerja lebih cepat. Jadi jika Anda termasuk orang yang bergerak cepat, bekerja dengan deadline dan tingkat stress yang tinggi, sebaiknya Anda menetralisir irama tubuh dengan mendengarkan musik bertempo lambat. Apabila vibrasi dan harmoni yang digunakan dalam sebuah lagu tepat, Anda akan merasa nyaman dan rileks.

Mendengarkan musik juga bisa meningkatkan hormon endorphine dalam tubuh yang membuat Anda merasa nyaman dan senang. Manfaat lainnya mendengarkan musik dapat membantu Anda tertidur.

Musik dengan irama lembut menstimulasi produksi hormon melatonin yang mengatur pola tidur Anda. Umumnya tubuh memproduksi zat kimia ini untuk memungkinkan Anda tertidur dengan nyenyak.

 
 

Mendengarkan musik yang disukai setiap sore hari atau ketika berangka kerja juga bisa bisa menurunkan tingkat stres. Hal ini karena terapi musik memiliki efek menenangkan yang sama dengan terapi pijatan.

Mendengarkan musik juga melatih kemampuan mendengar lebih baik, melancarkan aliran darah terutama ketika mendengarkan musik ceria, menurunkan rasa sakit dan nyeri, meningkatkan kemampuan otak anak-anak, dan otak lebih awet muda.

Bekerja sambil mendengarkan musik juga bisa berpengaruh positif terhadap performa kerja. Bagi Anda yang  bekerja fokus pada detail sebaiknya mendengarkan musik klasik, sementara itu musik pop bagus untuk didengarkan oleh mereka yang mengerjakan pekerjaan yang dikejar tenggat waktu.

Bagi pekerja yang harus memecahkan persamaan matematika sebaiknya mendengar musik elektronik instrumental yang menenangkan dan untuk pekerjaan pengecekan dan pemecahan masalah dengan cepat sangat baik mendengarkan musik jenis dance.

Ahli neurologi kognitif Inggris, Daniel Levitin, mengatakan dengan mendengarkan musik 10 – 15 menit sebelum atau saat bekerja, produksi hormon dopamine dan serotonin dalam otak akan terpacu sehingga dapat membangkitkan mood dan fokus.

Jadi, jangan lewatkan hari-hari Anda untuk mendengarkan musik ya, tetapi hati-hati jangan mendengarkan musik dalam volume keras, terutama saat memakai headphone/earphone. *** (SS)

SHARE