Riwayat Lokasi Bakal Bisa Dihapus di Google - Male Indonesia
Riwayat Lokasi Bakal Bisa Dihapus di Google
Gading Perkasa | Digital Life

Google diketahui tengah mempersiapkan fitur terbaru yang memungkinkan penggunanya untuk secara otomatis menghapus riwayat lokasi dan bit data aktivitas pada situs dan setiap aplikasi Google.

riwayat lokasi - Male Indonesia
Photo by henry perks on Unsplash

Pengguna nantinya dapat menghapus data tersebut setelah kurun waktu 18 bulan ke depan. Google juga akan mengambil alih peran untuk menghapus riwayat lokasi dan aktivitas pengguna pada situs maupun aplikasi mereka.

Seperti dilansir dari The Verge, guna menikmati fitur ini, pengguna dapat pergi ke pengaturan yang ada di situs atau aplikasi Google, lalu mematikan pengaturan ‘Aktivitas Web dan Aplikasi’.

Di samping itu, Google mengatakan bahwa langkah ini bukan satu-satunya usaha mereka untuk melindungi keamanan data pengguna. Itu artinya, di masa depan akan banyak fitur-fitur serupa demi mengutamakan kenyamanan pengguna, seperti yang dilaporkan Engadget.

Sebelumnya, Google mengakui bahwa perusahaan telah membuat kesalahan mengenai masalah privasi di depan Komite Senat Amerika Serikat pada September 2018 lalu.

Kala itu, pemerintah Amerika Serikat juga telah memiliki pendekatan baru terhadap privasi data konsumen. Pendekatan baru ini dinilai dapat memicu peraturan baru perusahaan internet.

Langkah yang diambil oleh Komite Senat AS ini berawal dari peningkatan aturan perlindungan data yang diberlakukan oleh Uni Eropa dan Undang-undang Privasi di California, AS.

Di tahun yang sama, pada bulan Oktober, Google kembali diterpa masalah terkait dugaan kebocoran data terhadap 500 ribu akun. Kebocoran data ini disebut-sebut berasal dari bug dan glitch.

Google sendiri telah mendeteksi bug ini sejak Maret 2018 dan memilih untuk tidak melaporkannya karena dinilai takut terhadap pengawasan dari regulator.

Salah satu penyebab data privasi Google+, yakni Bug, dapat mengekspos informasi akun Google+ seperti nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin dan usia. Data itu tetap tersekspos meskipun pengaturan privasi telah disetel ‘private’, bukan ‘public’.

Perusahaan milik Alphabet ini menemukan fungsi bug sebagai bagian dari Project Strobe yang mempunyai misi untuk meninjau akses pengembang ketiga ke akun Google dan Android. [GP]

SHARE