Kenikmatan Minuman Berenergi yang Berbahaya - Male Indonesia
Kenikmatan Minuman Berenergi yang Berbahaya
Gading Perkasa | Sex & Health

Mungkin banyak dari Anda yang beranggapan bahwa minuman berenergi dapat menimbulkan masalah kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan. Pertanyaannya, adakah batasan aman konsumsi minuman tersebut?

minuman berenergi - male Indonesia
Photo by thom masat on Unsplash

Sebaiknya Anda tidak mencobanya. Sebab, para ahli menegaskan, konsumsi minuman berenergi walau hanya satu porsi tetap berisiko menyebabkan masalah jantung. Efeknya bahkan bisa muncul setelah 90 menit.

Sebagaimana dilansir dari New York Post, konsumsi jenis minuman berenergi dapat membuat pembuluh darah mengalami penyempitan. Kondisi itu lalu meningkatkan risiko penyumbatan yang berujung pada serangan jantung serta stroke.

“Dengan semakin populernya minuman berenergi, penting untuk mempelajari dampak dari minuman semacam ini pada mereka yang sering mengonsumsinya ketimbang menentukan, jika ada, pola konsumsi yang aman,” kata Dr. John Higgins, pemimpin studi dari University of Texas, Houston, Amerika Serikat.

 
 

Higgins dan rekan-rekannya yakin, kombinasi dari minuman semacam itulah yang berbahaya bagi pembuluh darah. Beberapa di antaranya seperti kafein, taurin, gula, serta bahan herbal lain yang dapat merusak lapisan arteri dan vena.

Pembuluh Darah Mengalami Penyempitan Secara Drastis
Standarnya, minuman berenergi mengandung 80 miligram kafein di setiap 100 mililiter. Angka ini setara dengan tiga kaleng minuman bersoda dan secangkir kopi instan. Namun, banyak dari mereka yang mengandung kadar gula jauh lebih tinggi.

Para peneliti menggunakan pengukuran ultrasonografi dalam studi ini. Mereka melihat, hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam setelah mengonsumsinya, pembuluh darah manusia mengalami penyempitan.

Pembuluh darah peserta yang sebelumnya berdiameter 5,1 %, berkurang hingga 2,8 % setelahnya. Para peserta yang dipilih juga bukanlah perokok dan tidak memiliki masalah kesehatan kronis sebelumnya. “Ini menunjukkan ada penurunan fungsi vaskular akut,” kata para peneliti.

Studi lain turut mengaitkan bahwa konsumsi minuman berenergi bisa menyebakan masalah saraf dan perut. Penelitian di Kanada pada tahun 2018 menemukan, efek samping yang timbul bisa sangat buruk. Di antaranya adalah masalah jantung dan kejang-kejang.

Studi terbaru ini telah dipresentasikan dalam jurnal American Heart Associations Scientific Sessions. [GP]

SHARE