Lagu Populer yang Dibenci Penyanyinya Sendiri - Male Indonesia
Lagu Populer yang Dibenci Penyanyinya Sendiri
Sopan Sopian | News

Memiliki lagu yang diterima baik oleh masyarakat merupakan kabar baik bagi penyanyi. Hanya saja, bukan berarti lagu tersebut menjadi favorit bahkan bisa saja lagu yang dibenci.

Photo: Maia Valenzuela/Flickr

Contoh saja Nirvana dengan lagunya Smell Like Teenage Spirit. Padahal Smell Like Teenage Spirit harus diakui menjadi salah satu tonggak meroketnya Nirvana ke kancah musik mainstream. 

Tapi, ketenaran lagu ini tak serta merta membuat sang vokalis, Kurt Cobain, senang. Kurt justru membenci lagu itu setelah lagu itu menjadi semacam lagu kebangsaan rock. “Saya sulit menyelesaikan lagu Teen Spirit. Jujur saja, saya ingin membuat gitar saya dan pergi menjauh,” ujar Kurt seperti dikutip dari laman Loudwire.

Namun, tak hanya Nirvana, ada penyanyi lain yang juga ternyata membenci lagunya sendiri. Padahal, lagu tersebut terbilang populer. Siapa saja mereka?

Led Zeppelin

Stairway to Heaven sangatlah identik dengan Led Zeppelin. Lagu inilah yang juga turut mengantarkan mereka ke ketenaran di masanya. Sayangnya, Robert Plant, vokalis band ini, lama-lama tidak suka lagu tersebut. Dia membencinya sepanjang karier Led Zeppelin berjalan. “Saya akan gatal-gatal kalau harus menyanyikan lagu itu di tiap show,” kata dia.

Queen

Ditulis Freddie Mercury, lagu Don't Stop Me Now direkam pada Agustus 1978 dan merupakan lagu ke-12 dari album Jazz. Lagu ini secara musikalitas dibangun dengan dentingan piano Freddie dengan John Deacon dan Roger Taylor memberikan suara bass dan gitar di lagu ini. Lagu ini adalah contoh gaya khas vokal harmoni multitrack Queen pada bagian reff

Sayangnya, lagu ini tidak memberikan kesan mendalam bagi sang gitaris, Brian May. Secara terbuka, Brian menyatakan ketidaksukaannya terhadap lagu klasik Queen tersebut. Dia merasa lagu itu seperti merayakan gaya hidup hedonis dan berisiko yang dianut Freddie. 

Guns N Roses

Sweet Child O’Mine adalah salah satu hits pertama yang pernah ditelurkan Guns N Roses di masa awal karier mereka. Lagu ini sangat mudah dikenali banyak orang terutama karena riff gitar di pembukaan lagu tersebut. 

Tak pelak, lagu ini pula yang membuat sang gitaris, Slash, punya nama. Riff yang khas di lagu itu sangatlah autentik dan indah didengar. Tapi, siapa sangka jika Slash dulunya sangat membenci riff gitar di lagu tersebut? 

“Saya membencinya selama bertahun-tahun, tapi itu akan menyebabkan adanya reaksi, jadi saya akhirnya bisa menghargainya,” ujar Slash. 

Heart

Lagu All I Wanna Do Is Make Love to You adalah lagu hits milik Heart dan mampu bertahan di posisi dua Billboard Hot 100. Lagu ini ditulis oleh penulis lagu veteran Robert John "Mutt" Lange dan mengisahkan tentang kisah cinta satu malam. 

Tapi, Ann Wilson mengatakan bandnya membenci lagu itu. Dia bahkan menyebutnya sebagai titik terendah karier Heart. Dia justru kaget karena fans sangat menyukainya. Band ini pun tidak pernah memainkan lagu itu lagi secara live meskipun banyak yang memintanya. 

“Ini adalah sesuatu yang ingin kami jauhi. Ada banyak tekanan terhadap kami untuk menyanyikan lagu ini,” kata Ann. 

Warrant

Lagu Cherry Pie awalnya tidak direncanakan masuk ke album. Tapi, presiden Columbia Records saat itu ingin sebuah lagu kebangsaan rock semacam Love in an Elevator (Aerosmith). Dia pun memanggil sang vokalis, Jani Lane yang kemudian menulis lagu Cherry Pie dalam waktu 15 menit. Berkat lagu itu, semuanya berubah. 

Banyak personel band itu yang merasa Cherry Pie bukanlah salah satu lagu yang lebih baik di album tersebut dan melihat kalau lagu itu punya dua sisi mata pedang. Dalam wawancara dengan VH1, Jani bahkan mengaku dirinya menyesal pernah menulis lagu tersebut. 

“Saya tak berniat menulis lagu itu. Saya bisa menembak kepala saya gara-gara menulis lagu itu,” ujar Jani. *** (SS)

SHARE