Ibu Kota Turki Sempat Pindah, Apa Penyebabnya? - Male Indonesia
Ibu Kota Turki Sempat Pindah, Apa Penyebabnya?
Gading Perkasa | Story

Turki sempat memindahkan ibu kota dari Istanbul yang saat itu bernama Konstantinopel ke Ankara. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada 1922, tahun di mana Republik Turki berdiri.


Photo: Pixabay

Pada tahun itu, majalah lokal di Istanbul, Guleryuz, memuat sebuah karikatur berjudul “The Sheep of Ankara, Shows its Hand Last,” karya Sedat Simavi. Diperlihatkan potret wajah Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki dengan latar belakang Ankara. Sementara latar depannya adalah Istanbul.

Karikatur itu menunjukkan bahwa sang pendiri Republik memimpin pemindahan ibu kota. Serangkaian perubahan diberi nama “Reformasi Ataturk” yang dijalankan dalam berbagai sektor kenegaraan.

Dalam bidang administrasi publik, Ataturk menyarankan untuk memindahkan ibu kota dari Konstantinopel (sekarang Istanbul) ke Ankara.

Alasan Pemindahan
Berbeda dari alasan kebanyakan negara memindahkan ibu kota yang diakibatkan kepadatan penduduk, Ataturk memiliki alasan spesifik.

Seperti dilansir dari Asian Cities Center, sang pendiri republik sekuler Turki itu memindahkan ibu kota negara karena di Istanbul penuh kemerosotan moral (dekadensi) dan korupsi setelah runtuhnya kekaisaran Ottoman.

Ataturk percaya, mereka harus meninggalkan tindakan maksiat tersebut dan membangun ibu kota baru. Ankara dipilih karena secara geografis lebih menjadi titik pusat Turki. Ibu kota negara baru didirikan di Ankara pada 13 Oktober 1923.

Sementara itu, dalam bagian buku berjudul The Capital and Its Shadows: Ankara and Istanbul karya Adile Aslan Almond disebut, Ataturk ingin membuat wajah baru dengan pemindahan ibu kota. Ia hendak menciptakan Turki sebagai sebuah negara yang ‘murni’.

“Ankara akan menjadi simbol kemerdekaan dan anti-imperialisme,” tulis Senol-Cantek dalam bukunya, The Aliens and Natives: Ankara in the Process of being Capital.

Masih banyak versi lain terkait alasan pemindahan ibu kota Turki dari Istanbul ke Ankara. Mengutip dari laman History, pasca Perang Dunia I, banyak wilayah Imperium Ottoman jatuh ke tangan pasukan Entente.

Bahkan Istanbul yang sangat strategis, yakni menghubungkan Eropa dengan Asia serta Laut Hitam dan Mediterranian, sempat diokupasi oleh Entente. Saat itu sejumlah politikus, termasuk Ataturk memindahkan ibu kota ke Ankara.

Beberapa waktu setelah pemindahan, Entente mengakhiri okupasinya di Istanbul. Ankara tetap menjadi ibu kota Turki hingga saat ini. [GP]

SHARE