Mengapa Momen Liburan Terasa Cepat Berlalu? - Male Indonesia
Mengapa Momen Liburan Terasa Cepat Berlalu?
MALE ID | Relax

Saat liburan entah mengapa waktu terasa cepat berlalu, seakan waktu tidak mengijinkan untuk menikmati saat-saat menyeangkan tersebut. Apakah Anda juga merasakan hal yang sama?

liburan - Male indonesia
Photo by Ajay Donga from Pexels

Persepsi terhadap waktu ini telah menjadi objek telaah para ilmuwan, filsuf, hingga artis. Beberapa penelitian di bidang psikologi telah menunjukkan bahwa emosi mempengaruhi cara menyikapi waktu.

Rasa takut dan stres mendistorsi waktu dan membuat waktu nampak lebih lama. Sementara itu perasaan gembira misalnya pada saat liburan akan membuat waktu nampak lebih singkat.

Hal itu membuat otak 'menipu' dan membuat waktu terasa lebih singkat. Dapatkah menemukan area di otak yang bertanggungjawab akan persepsi terhadap waktu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah tim peneliti dari Champalimaud Center for the Unknown di Lisbon, Portugal, meneylidiki aktivitas saraf pada area tertentu di otak tikus percobaan. 

Hasil penelitian tersebut diterbitkan di jurnal Science bulan Desember 2016. Pada penelitian ini para peneliti menduga keterlibatan senyawa Dopamin dalam mempersepsikan waktu dan memori. Ketika Anda melakukan suatu hal baru, waktu terasa cepat berlalu. Namun, Anda akan mengingat semua pengalaman tersebut.

Sedangkan waktu seakan-akan bergerak dengan lambat, saat Anda melakukan rutinitas normal. Dengan demikian, tidak banyak pengalaman yang Anda ingat. Dalam istilah psikologi, peneliti menyebutnya sebagai Holiday Paradox.

Kehidupan manusia biasanya sangat membosankan, sehingga hanya enam hingga sembilan pengalaman dalam dua minggu yang layak untuk diingat. Demikian ujar Claudia dalam konferensi British Psychological Society di London.

Namun, saat berlibur, semua menjadi baru dan menarik. Karena itu, manusia dapat mengingat enam hingga sembilan hal yang telah dilakukan atau dilihat setiap hari.

Jam Biologis Tubuh
Anda punya sistem sendiri supaya segala fungsi tubuh berjalan dengan baik, bahkan tanpa perlu Anda kendalikan. Misalnya pernapasan, detak jantung, dan aliran darah. Semua sistem ini diatur oleh jam biologis. Jam biologis sendiri pusat kendalinya ada di otak, tepatnya oleh saraf suprachiasmatic (SCN).

Pada jam biologis anak-anak, ada lebih banyak aktivitas fisik yang berlangsung selama rentang waktu tertentu. Sejumlah riset menemukan bahwa dalam semenit misalnya, anak-anak menunjukkan jumlah detak jantung dan tarikan napas yang lebih banyak daripada orang dewasa. Semakin Anda bertambah tua, aktivitas fisik yang terjadi dalam rentang waktu semenit pun akan berkurang.

Karena jam biologis orang dewasa lebih santai, Anda pun merasakan waktu cepat berlalu. Misalnya dalam semenit jantung anak berdetak sebanyak 150 kali. Sedangkan dalam semenit jantung orang dewasa mungkin berdetak hanya 75 kali. Ini berarti orang dewasa membutuhkan waktu dua menit untuk mencapai jumlah detak jantung yang sama dengan zaman Anda masih kecil dulu. 

Maka, meskipun waktu sudah berjalan selama dua menit, otak Anda mengira ini masih satu menit lantaran Anda dulu cuma butuh waktu semenit untuk mencapai 150 detak jantung.

Jadi, agar liburan atau akhir pekan terasa panjang, Anda perlu melambatkannya dengan melakukan banyak kegiatan. Anda bisa pergi ke banyak tempat baru dan menghabiskan waktu dengan orang-orang berbeda. Di samping itu, mengingat kembali kenangan-kenangan berkesan saat liburan akan membuat liburan terasa panjang. *** (SS)

SHARE