Brachytherapy, Terapi Singkat untuk Kanker Prostat - Male Indonesia
Brachytherapy, Terapi Singkat untuk Kanker Prostat
MALE ID | Sex & Health

Untuk jenis penyakit apapun. Berkali-kali pergi ke rumah sakit untuk terapi memang melalahkan. Selain menghabiskan waktu dan tenaga, tentu juga finansial. Hal ini juga berlangsung untuk pria yang mengidap kanker prostat.


Foto oleh Darko Djurin dari Pixabay

Pria dengan kanker prostat dapat diobati dengan radiasi dosis tinggi dalam satu sesi. Dengan demikian, pasien tidak perlu lagi datang ke rumah sakit berkali-kali untuk menjalani pengobatan.

Dalam studi yang dipresentasikan pada kongres tahunan Masyarakat Radioterapi dan Onkologi Eropa (ESTRO) di Milan, Italia, teknik ini aman dan efektif untuk mengobati mereka yang memiliki bentuk penyakit berisiko rendah.

Metode ini juga berhasil dalam mengobati beberapa pria dengan kanker prostat berisiko menengah dan tinggi, terapi ini dikenal sebagai brachytherapy. Dalam laman Bumrungrad, brachytherapy adalah bentuk radiasi menggunakan sumber radiasi yang berada dekat dengan kanker. Untuk kasus ini, implantasi sumber radiasi langsung di dalam kelenjar prostat.

Brachytherapy Interstitial mengurangi kemungkinan terjadinya luka pada jaringan di sekitarnya karena sumber radiasi ada di dalam kelenjar prostat. Brachytherapy sudah digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk merawat pasien tetapi, seperti kebanyakan radioterapi, namun mengharuskan pria untuk mengunjungi rumah sakit untuk serangkaian perawatan dosis rendah selama berhari-hari atau berminggu-minggu.

Dalam prosesnya, para peneliti dari Mount Vernon Cancer Centre di London dan Christie NHS Foundation Trust di Manchester mempelajari 441 pria dengan kanker prostat. Responden pria dikumpulkan berdasarkan kategori berisiko rendah, sedang atau tinggi, dan semuanya dirawat dengan dosis tunggal, radiasi tinggi di rumah sakit Inggris antara 2013 dan 2018. 

Sementara 166 juga menerima terapi hormon, tidak ada yang menjalani operasi atau kemoterapi. Setelah dua tahun, 94 persen pria tidak menunjukkan tanda-tanda kanker kembali, menurut tingkat antigen spesifik prostat (PSA) dalam darah mereka.

Sedangkan setelah tiga tahun, 88 persen pria tidak menunjukkan tanda-tanda kanker kembali, termasuk 100 persen pria dianggap berisiko rendah, 86 persen dari kelompok risiko menengah dan 75 persen dari kelompok berisiko tinggi.

“Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat dosis tinggi brachytherapy adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk pria dengan kanker prostat risiko rendah tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan pada pasien risiko menengah dan tinggi untuk melihat apakah hasilnya dapat ditingkatkan dengan dosis yang lebih tinggi,” jelas Dr Hannah Tharmalingam, seorang peneliti di Mount Vernon Cancer Center dan The Christie NHS Foundation Trust.

“Jenis perawatan ini menawarkan alternatif yang menarik untuk operasi atau bentuk radioterapi lainnya karena memiliki risiko efek samping yang relatif rendah,” imbuh dia. *** (SS)
 

SHARE