Tragedi Chernobyl, Nestapa Bencana Nuklir - Male Indonesia
Tragedi Chernobyl, Nestapa Bencana Nuklir
MALE ID | Story

Tahun 1986 merupakan tahun terjadinya tragedi kemanusiaan yang tak dapat dilupakan. Kejadian buruk yang dikenal dengan Tragedi Chernobyl masih membekas hingga saat ini. Sebuah kota di Ukrania Utara, atau tepatnya di Oblast Kiev ini kini menjadi kota mati.

tragedi chernobyl male indonesia tnessy/flickr.com

Adalah reaktor nuklir Chernobyl yang mulai beroperasi pada 1977 untuk menghasilkan plutonium yang akan digunakan sebagai bahan pembuatan senjata nuklir dan pembangkit tenaga listrik. Adapun model Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan fungsi ganda seperti ini memang sebelumnya tidak pernah ada di negara-negara barat. Reaktor dengan jumlah 4 unit ini didirikan di atas tanah rawa, dan sebuah kota kecil dekat PLTN Chernobyl dibangun sebagai tempat tinggal para pekerja berserta keluarganya.

Pada 26 April 1986 terjadilah bencana nuklir terburuk sepanjang sejarah kehidupan manusia yang dikenal dengan nama Tragedi Chernobyl. Satu dari empat reaktor nuklir di pembangkit listrik Chernobyl meledak. Usaha tak kenal lelah memadamkan api tak banyak berarti. Ratusan ton grafit dalam reaktor terbakar selama sepuluh hari, dan kebakaran yang terjadi telah melambungkan gas-gas dan partikel radioaktif ke atmosfer hingga ke negara tetangga seperti Swiss, Jerman dan Turki.

Baca Juga : Perceraian Tokoh Politik yang Jadi Sorotan Dunia

Sesuai dengan kriteria yang ditentukan INES (The International Nuclear Event Scale), kecelakaan PLTN Chernobyl ini masuk level ke-7 (level paling atas) yang biasa disebut major accident. Di samping kesalahan operator yang mengoperasikan di luar standar, ternyata Chernoby juga tidak memenuhi standar desain dari IAEA (International Atomic Energy Agency). Tidak memiliki kungkungan reaktor untuk menjamin keselamatan saat terjadi kebocoran reaktor maupun radiasi. UNSCEAR (United Nation Scientific Committee on Effects of Atomic Radiation) juga meyebutkan bahwa penyebab kecelakaan di PLTN Chernobyl adalah struktur dan sifat reaktor yang tidak sesuai dengan jenisnya, ketidaksempurnaan operasi reaktor, dan para operator yang dengan sengaja melanggar prosedur, serta tidak adanya prosedur tertulis yang memadai.

tragedi chernobyl male indonesia pixabay.com

Akibat dari ledakan PLTN Chernobyl ini begitu dahsyat. Radioaktivitas total ledakannya ditaksir oleh WHO sekitar 200 kali dari radaisi yang dihasilkan bom Hiroshima – Nagasaki di Jepang. Bahkan laporan lain menyatakan hingga 400 kali lipat. Greenpeace menaksir 1600 km2 tanah terkontaminasi radioaktif. Dan yang tak terbantahkan adalah lima juta orang yang berada di sekitar Chernobyl terkena radiasi, dimana 650.000 di antaranya adalah buruh-buruh yang bertugas membersihkan muntahan hasil ledakan reaktor dan sepuluh tahun kemudian 60.000 orang dari mereka meninggal dunia.

Natalaya Preobrashenskaya, seorang dokter spesialis penyakit yang berhubungan dengan radiasi Chernobyl mengungkapkan bahwa jutaan anak yang masih hidup pasca ledakan pada Tragedi Chernobyl merupakan kelompok yang memiliki resiko tinggi terpapar radiasi. Bahkan akibat radiasi ledakan telah terjadi mutasi gen pada manusia hingga tumbuhan dan hewan. Sungguh tragedi Chernobyl adalah kecelakaan nuklir terburuk sepanjang sejarah.** MALE

SHARE